Beranda Metropolis Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (3-Habis) : Bermimpi Miliki Ruang Sanggar Sendiri

Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (3-Habis) : Bermimpi Miliki Ruang Sanggar Sendiri

0
Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (3-Habis) : Bermimpi Miliki Ruang Sanggar Sendiri
TAMPIL: Pendiri Sanggar Cantiq, Erny Prasatyawati bersama murid Sanggar Cantiq, beberapawaku lalu. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Setiap orang tentunya punya mimpi, ada yang bisa terwujud, namun ada juga yang tidak bisa terwujud. Tinggal bagaimana seseorang memperjuangkan mimpi-mimpinya, untuk digapai.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Setelah hampir lima tahun memiliki sebuah sanggar yang dinamakan Sanggar Cantiq, Erny Prasatyawati memiliki banyak mimpi kedepannya akan kemajuan dari sanggar ini. Walaupun boleh diakui, tidak ada basic tari, dia yakin mimpinya akan terwujud suatu saat nanti.

Sebelumnya, sudah sama-sama diketahui, Sanggar Cantiq yang didirikan sejak 2016 masih berlokasi di rumah sang pemilik. Rumah Erny yang bisa dibilang luas, menjadi kelebihan sendiri. Sebab, berkat rumahnya, Sanggar Cantiq bisa berdiri hingga sekarang.

Erny memiliki cita-cita memiliki sebuah lokasi atau tempat bagi Sanggar Cantiq, agar para muridnya bisa lebih leluasa lagi dalam latihan. Semuanya sudah disusun bahkan dirangkai dalam kepalanya, namun karena satu dan lain hal, mimpi tersebut harus tertunda sampai dengan sekarang.

Sekitar 2019 sampai 2020, Erny pernah membuat proposal permohonan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Dinas tersebut menangani taman, saat itu Erny berniat meminta izin terkait lokasi taman yang akan dijadikan tempat latihan bagi para murid Sanggar Cantiq.

Bahkan, proposalnya pun sudah disetujui, namun ternyata memang belum rezekinya dan harus tertunda karena adanya pandemi Covid-19. “Saat pandemi Covid-19 taman ditutup, jadi terpaksa harus tertunda,” ucapnya sambil tersenyum.

Awal 2020, Sanggar Cantiq juga ikut terpaksa tidak beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Namun, Erny yakin ada hikmah dibalik suatu kejadian. Dirinya saat ini fokus untuk kemajuan murid sanggar dan cita-citanya agar memiliki tempat untuk Sanggar Cantiq.

Namun, adanya lokasi atau tempat sendiri bagi Sanggar Cantiq bukanlah patokan yang harus terwujud sekarang. Karena Erny memegang teguh kepercayaan, dimana pun murid belajar yang terpenting adalah ilmunya.

Tidak jarang, anak-anak pun berlatih di lapangan dekat rumah Erny, yang berada tepat di sebelah masjid yang sering dikunjungi anak-anak untuk beramal. Erny percaya, akan mimpi-mimpi baik yang memiliki tujuan baik bisa terwujud, walaupun melalui proses yang cukup lama.(dis)

Editor : Fahmi Akbar