BPJS Kesehatan
SOSIALISASIKAN : Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek Bona Evita didampingi  Asisten Deputi Direksi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik Kedeputian Wilayah Jabodetabek Wahyu Kris  Budianto dan Asisten Deputi Direksi Bidang Penilaian Kinerja Kantor Cabang Adrian Ridwan Malik, sedang mengadakan Media Gathering Ngopi JKN, Kamis (29/4). FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Mengikuti kemajuan teknologi pada masa industri 4.0 dituntut untuk berinovasi dalam hal kemudahan dan simplifikasi pelayanan. Begitupun dengan BPJS Kesehatan yang terus meningkatkan mutu layanan dalam hal operasional maupun memenuhi kebutuhan stakeholder. Sejalan dengan kemajuan teknologi yang serba digital BPJS Kesehatan menghadirkan aplikasi Mobile JKN pada smartphone. Aplikasi Mobile JKN dilengkapi dengan fitur/menu dari tiap fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek, Bona Evita menjelaskan, salah satu menu di aplikasi Mobile JKN adalah Pendaftaran Pelayanan, yang merupakan antrean online adalah solusi atas kasus antrean yang membeludak di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti di Puskesmas, klinik.

“Penggunaan aplikasi Mobile JKN membuat pasien tidak perlu antre terlalu lama karena cukup mendaftar lewat aplikasi kemudian sudah muncul nomor antrean. Dan peserta bisa memperkirakan jam berapa harus datang ke fasilitas kesehatan. Dengan adanya kemudahan pendaftaran antrean di fasilitas kesehatan melalui Mobile JKN ini, kepuasan peserta dapat meningkat,” ujar Bona Evita selepas acara Media Gathering Ngopi JKN, Kamis (29/4).

Tentunya aplikasi Mobile JKN sebagai solusi yang memberikan kemudahan pelayanan kepada peserta Program JKN-KIS yang menggunakannya. Kedepannya baik itu pasien maupun FKTP sudah memanfaatkan secara maksimal layanan antrean online. Manfaat positif yang dirasakan pasien juga dapat berdampak pada meningkatnya kepuasan peserta terhadap layanan di FKTP.

“Sebagian besar FKTP sudah memanfaatkan antrean online, karena manfaat layanan ini bukan hanya didapatkan pasien tapi FKTP juga berdampak positif seperti upaya pencegahan transmisi Covid-19, mengurangi antrean pendaftaran peserta di FKTP, sistem antrean online otomatis terkoneksi dengan Aplikasi P-Care, danFKTP terinformasi lebih awal terkait kondisi peserta, karena peserta dapat menuliskan keluhannya di Mobile JKN,” tambah dia.

Sudah seharusnya, lanjut Bona Evita, masyarakat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mendapatkan kemudahan pelayanan. BPJS Kesehatan terus berfokus pada pengembangan inovasi  dalam peningkatan mutu layanan yang akan berdampak pada tingkat kepuasan peserta. Hal tersebut didukung peran awak media dalam fungsi menyalurkan informasi kepada masyarakat akan salah satu kemudahan layanan seperti antrean online pada aplikasi Mobile JKN.(rd)

Editor : Fahmi Akbar