konser musik selandia baru
Konser musik di Selandia baru dihadiri 50 ribu orang tanpa mengenakan masker dan jaga jarak.

RADARDEPOK.COM – Selandia Baru, negara yang berada di Pasifik menggelar konser dengan 50.000 penonton, tanpa masker dan tak perlu menjaga jarak sosial.

Selandia Baru memang membuat seluruh dunia iri. Pada Sabtu (24/04) band Six60 mengadakan konser yang disebut-sebut sebagai konser terbesar di dunia setelah pandemi virus Korona (Covid-19) melanda.

Lucy Clumpas, salah satu penonton yang hadir dalam konser yang diadakan di Eden Park, Auckland, tersebut, bercerita tentang pengalamannya.

“Sangat penting bagi kita sebagai manusia untuk bisa berkumpul dan menyanyikan lagu yang sama bersama. Itu membuat kita merasa seperti bagian dari sesuatu,” ujarnya seperti dikutip dari Associated Press.

Tahun lalu, Lucy menghabiskan waktu dalam lockdown tanpa akhir di Inggris. Kini dia merasa bersyukur berada di Selandia Baru yang merupakan salah satu negara terbaik dalam penanggulangan Covid-19.

Matiu Walters, yang merupakan penyanyi utama dari band Six60, mengatakan mereka sangat ingin teman-teman musisi di seluruh dunia dapat menyelenggarakan konser lagi.

“Kami tahu bagaimana rasanya lockdown. Itu menyebalkan. Dan (saat lockdown) kami tidak tahu apakah kami bisa tampil lagi. Tapi kami beruntung karena berada di sini, di Selandia Baru,” ujarnya.

Gitaris Ji Fraser mengatakan, sambutan yang mereka terima saat dalam perjalanan untuk tur musim panas lalu luar biasa.

“Sungguh menakjubkan melihat betapa fanatiknya orang-orang, dan mereka bersemangat untuk menonton konser, dan melihat sesuatu yang menyeret mereka keluar dari tahun yang brutal dan panjang. Itu sangat spesial,” ujarnya.

Promotor Brent Eccles mengatakan mereka mendapat izin untuk menggunakan tempat itu hanya pada saat-saat terakhir.

“Dan kami berpikir, yah, betapa gilanya kami? Dan jawabannya adalah, wah, sangat gila. Jadi, ayo kita lakukan,” katanya.

Kehidupan di Selandia Baru memang sudah kembali berjalan normal, tanpa memakai masker dan tidak perlu melakukan jarak sosial.

Hal ini dapat dicapai karena hingga saat ini pemerintah Selandia Baru masih menutup perbatasan mereka.

Hanya warga negara Selandia Baru, pemegang permanen resident dan pekerja esensial yang saat ini dapat memasuki Selandia Baru.

Ketika memasuki wilayah Selandia Baru, mereka harus melakukan karantina ketat selama 14 hari di tempat karantina yang ditentukan pemerintah.

Saat ini sudah tidak ditemukan penyebaran kasus Covid-19 dalam masyarakat di Selandia Baru. Pada Senin (26/04), tidak dilaporkan adanya kasus Covid-19 dalam komunitas ataupun impor.

Hingga hari ini, hanya terdapat total 31 kasus aktif Covid-19 di Selandia Baru, yang semuanya merupakan kasus impor dan telah berada dalam karantina pemerintah. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya