Beranda Pendidikan Mahasiswa dan Dosen UI Banyak yang Tak Ingin Belajar Tatap Muka

Mahasiswa dan Dosen UI Banyak yang Tak Ingin Belajar Tatap Muka

0
Mahasiswa dan Dosen UI Banyak yang Tak Ingin Belajar Tatap Muka
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah setahun belajar secara online, mayoritas dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tidak lagi menginginkan belajar tatap muka secara penuh.

Hal itu terungkap dalam hasil survei kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di lingkungan UI.

Berdasarkan arahan dan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud), UI melaksanakan survei tentang kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di lingkungan UI.

“Hasil survei menunjukkan, mayoritas mahasiswa dan dosen UI memilih KBM Bauran (blended-learning), untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh,” kata Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia.

Dalam survei tersebut yang responden mahasiswa UI ada 18.923 orang, yang memilih opsi KBM Bauran sebanyak 9.083 (48 persen), KBM daring penuh sebanyak 5.298 (28 persen) dan yang memilih pembelajaran tatap muka penuh hanya 4.542 (24 persen).

“Survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden (61 persen) memilih blended learning, kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden (30 persen), sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya (9 persen),” kata Amelita.

Hasil survei itu akan menjadi masukan awal bagi UI dalam mempersiapkan perkuliahan di semester gasal 2021/2022 pada bulan Juli 2021.

“Hasil survei ini paling tidak sudah menggambarkan adanya keinginan dari mahasiwa dan dosen tentang bentuk perkuliahan nanti, namun masih dengan syarat penegakan prokes secara ketat oleh semua pihak yang bertemu offline, mulai dari dosen, mahsiswa, tenaga pendidik,” kata Amel.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris akan mempersiapkan kebijakan, seandainya nanti UI menerapkan pembelajaran bauran pada semester mendatang, kecuali untuk kegiatan yang sangat memerlukan interaksi langsung.

“Perlu ada rencana yang matang terkait penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta mekanisme pengawasan aktivitas dosen dan mahasiswa,” ujar Haris.

Persiapan itu termasuk vaksinasi terhadap dosen dan tendik yang saat ini sedang berlangsung, serta vaksinasi untuk mahasiswa yang direncanakan berikutnya.

Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 80 persen dosen dan 17 persen mahasiswa UI telah divaksinasi.

“Prinsipnya, kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika selama berkegiatan di kampus,” ujar Haris. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya