SMA Tugu Ibu berbagi 1
BERBAGI : Guru dan siswa SMA Tugu Ibu berfoto bersama sebelum membagikan takjil yang merupakan bagian dari kegiatan Masker di Bulan Ramadan 1442 Hijriah. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam rangka mengisi momen bulan Ramadan 1442 Hijriah, SMA Tugu Ibu yang berlokasi di Jalan Sentosa, Kecamatan Sukmajaya mengadakan kegiatan  Mari Syi’arkan Kegiatan Ramadhan (Masker).

Wakil Kesiswaan SMA Tugu Ibu, Dudung mengatakan, berbagai kegiatan yang digelar, yakni ada Khatam Alquran untuk semua siswa dan guru. Dalam program tersebut minimal semuanya sekali Khatam Alquran.

“Kegiatannya kami berinama yang unik, agar siswa mendapatkan suasana baru dalam kegiatan di bulan Ramadan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dudung menuturkan, selain kegiatan Khatam Alquran, ada juga Kurma yang kepanjangannya adalah Kultum Ramadan Menjelang Adzan Magrib. Dalam kegiatan ini, pengisinya adalah guru, siswa, dan alumni. Ini disebarkan melalui WhatsApp siswa, guru, dan orang tua disaat menjelang waktu berbuka puasa.

“Ada juga kegiatan Kajian Romadan Aktual (Karoma) yang ditujukan ke siswa. Kemudian ada Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Nuzulul Quran, dan lomba video kreativitas siswa, serta pemgumpulan zakat infaq sodaqoh dan wakaf,” tuturnya.

Sedangkan kegiatan berbaginya, ada Tugib Bersemi, yakni Tugu Ibu Berbagi Selama Pandemi. Dalam kegiatan ini, diadakan pembagian takjil kepada pengendara yang melintas di depan SMA Tugu Ibu. Kegiatan ini diadakan sejak puasa kedua Ramadan, sampai nanti menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kami membagi kegiatan Tugib Bersemi perkelas. Jadi, setiap hari siswa yang dilibatkan berdasarkan kelas yang sedang bertugas  sesuai jadwal.,” tuturnya.

SMA Tugu Ibu berbagi 2
PEMBELAJARAN : Salah seorang siswa sedang membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di depan SMA Tugu Ibu. FOTO : ISTIMEWA

Dudung menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan di Bulan Ramadan tersebut, dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa, untuk bisa mengisi hari-hari dengan berbagi, terutama dengan orang yang membutuhkan.

“Di sekolah tidak hanya untuk belajar mata pelajaran, tetapi juga belajar tentang konsep kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (rd)

 

Junior/Editor : Pebri Mulya