Beranda Metropolis Pasokan Air 69 Ribu Pelanggan PDAM Depok Aman

Pasokan Air 69 Ribu Pelanggan PDAM Depok Aman

0
Pasokan Air 69 Ribu Pelanggan PDAM Depok Aman
MENINJAU: Salah satu petugas PDAM Tirta Asasta Kota Depok saat mengecek mesin pengolahan air PDAM, beberapa waktu lalu. FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok menjamin pasokan air selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, aman. Karena tidak ada perbedaan yang signifikan, dari para konsumen maupun pelanggan.

Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Ade Dikdik Isnandar menyebutkan, apabila dilihat dari siklus pemakaian oleh konsumen tidak ada perbedaan yang signifikan. Terlebih lagi cuaca saat ini relatif tidak ekstrem.

”Pasokan air di PDAM Tirta Asasta Kota Depok bisa dibilang aman. Namun, kami tetap ada persiapan, apabila terjadi cuaca ekstrem,” tutur Ade kepada Radar Depok, Senin (19/4).

Dalam Standar Operasinal Prosedur (SOP), apabila menghadapi cuaca ekstrem dan hujan yang di atas rata-rata PDAM Tirta Asasta akan segera membersihkan sampah yang berada di sungai, contohnya Ciliwung. Kemudian, terkait keruhnya air, akan dilakukan mitigasi risiko agar bisa diolah.

“Kami juga tentunya akan melaporkan ke pelanggan apabila memang ada kondisi-kondisi tertentu, yang harus mereka ketahui,” lanjutnya.

Sampai saat ini, PDAM Tirta Asasta telah memiliki pelanggan sebanyak 69 ribu. Dan wilayah terbanyak pelanggan PDAM Kota Depok ada di Kecamatan Sukmajaya.

“Dari 69 ribu pelanggan PDAM Kota Depok, yang aktif di sosial media hanya sekitar 10 persen. Maka itu, kami juga sedang melakukan pendataan ke pelanggan, apabila ada info biar bisa dikabari lewat email, SMS, ataupun WhatsApp,” jelas Ade.

Ade mengingatkan masyarakat Kota Depok agar menjadi pelanggan PDAM Tirta Asasta, dan menggunakan air dengan bijak, jangan sampai ada kebocoran hingga tagihan membengkak.

“Kami imbau masyarakat agar menjadi pelanggan PDAM, karena sekarang kami sedang menggratiskan biaya penyambungan sampai 30 Juni. Hal tersebut untuk mengurangi pengunaan air tanah,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR