ibh
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota Depok telah melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat (Jabar), terkait proyek pembangunan underpass Dewi Sartika. Kabarnya, provinsi siap melaksankan lelang dan pemkot harus sebera melakukan pembebasan lahan.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, kedatangan Dinas BMPR Jabar ke Kota Depok adalah memastikan tentang keberlangsungan proyek underpass Dewi Sartika Tahun 2021-2022. “Kepala Dinas BMPR Jabar, A Koswara datang langsung dalam rapat koordinasi tersebut, pada minggu lalu,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (25/4).

Imam melanjutkan, di dalam rapat koordinasi tersebut, Dinas BMPR sudah siap dalam pelelangan. Maka dari itu Kota Depok dipastikan harus siap dalam pembebasan lahannya. “Sejauh ini, kami sudah keluar uang sekitar Rp150 miliar. Masih kurang Rp50 miliar lagi, karena ada beberapa bidang yang belum dibebaskan,” jelasnya.

Imam menuturkan, ada beberapa bidang yang belum dibebaskan karena terkendala surat-surat tanahnya dari para pemilik, seperti hilang, dan sebagainya. Namun, pada prinsipnya, masyarakat sekitar sudah siap akan pembebasan lahannya.

Imam meminta doa kepada semua masyarakat Kota Depok, agar pembebasan lahan underpass Dewi Sartika bisa segera terselesaikan. Sehingga bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan, oleh Provinsi Jawa Barat.  Tujuan dibangunnya underpass Dewi Sartika adalah guna mengurangi titik kemacetan serta mengurangi kecelakaan. “Karena dengan adanya perlintasan tidak sebindang, yaitu rel kereta dengan jalan mobil tentunya tidak nyaman. Sehingga diharapkan saat ada underpass bisa mengurangi macet dan kecelakaan,” ujar Imam.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Depok, Widiyati Riyandani mengatakan, sebenarnya sejak 2020 sudah dilakukan proses pengadaan lahan underpass Desi Sartika dan akan dilanjut pada tahun ini. “Tahun ini akan dilakukan pembangunannya oleh Dinas BMPR Provinsi Jabar, mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” tuturnya kepada Radar Depok.

Widyati mengaku, Kota Depok melakukan pengadaan lahan dengan nominal sebesar Rp180 miliar. “Tahun kemarin baru separuhnya yang dieksekusi, tahun ini Insha Allah akan dilengkapi,” pungkasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar