Beranda Utama Pemkot Depok Perbaiki Aturan PDAM Demi Pelayanan Prima 

Pemkot Depok Perbaiki Aturan PDAM Demi Pelayanan Prima 

0
Pemkot Depok Perbaiki Aturan PDAM Demi Pelayanan Prima 
VIRTUAL: Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono saat menghadiri Rapat Paripurna penyampaian tiga Raperda, Selasa (6/4). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinilai demi menjamin pemenuhan ketersediaan air minum yang bersih, dan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengusulkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Usulan tersebut dua tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, dan  pengelolaan dan retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, terdapat tiga Raperda yang telah selesai disusun oleh eksekutif. “Pada kali ini saya sampaikan ada tiga Raperda yang telah disusun oleh kami, kepada DPRD Kota Depok,” tuturnya saat Rapat Paripurna DPRD Depok, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Imam merinci ketiga raperda tersebut yaitu, Raperda tentang PDAM Tirta Asasta Kota Depok. Yang kedua tentang penambahan penyertaan modal pemerintah daerah Kota Depok kepada PDAM Tirta Asasta Kota Depok. Dan yang ketiga Raperda tentang pengelolaan dan retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat.

“Untuk menjamin pemenuhan ketersediaan air minum yang bersih untuk kebutuhan masyarakat, perlu adanya pengelolaan sistem air minum atau air yang bersih, sehat, dan berkelanjutan maka PDAM yang dimiliki saat ini perlu dilakukan perubahan bentuk, menjadi perseroan daerah,” jelasnya.

Adapun tujuan dari Raperda tersebut, guna meningkatkan kinerja PDAM Tirta Asasta dalam pelayanan air minum, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, meningkatkan investasi daerah. “Kemudiaan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran deviden dan guna mendorong pembiayaan perusahaan di luar penanaman modal daerah,” lanjutnya.

Guna mencapai tujuan tersebut, Imam menyampaikan Raperda tentang bahan penyertaan modal Pemkot Depok kepada PDAM Tirta Asasta Depok. Sementara terkait Raperda pengelolaan dan retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, menurutnya tempat pemakaman merupakan kebutuhan setiap warga dengan tetap memerhatikan keyakinan agama masing-masing.

“Sehingga dalam penggunaan tanah untuk tempat pemakaman dan pengabuan mayat perlu diatur, tentunya dengan memerhatikan azas efisiensi, adil, dan akuntabel. Yang berdasarkan aspek keagamaan, sosial, budaya, dan ketertiban,” tegasnya.

Imam berharap, agar ketiga Raperda tersebut bisa diterima DPRD Kota Depok, sehingga bisa dapat segera menempuh proses pembahasannya. “Dengan demikian Perda yang dibutuhkan sebagai payung hukum dan kepastian hukum dalam pemerintahan bisa dapat disetujui,” sambung Imam.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Gerindra, Edi Masturo mengatakan, dia selaku anggota Fraksi Gerindra berharap agar Panitia Khusus (Pansus) yang akan digulirkan, bisa menempatkan anggota-anggota yang bisa mengawal serta mengkritisi di masing-masing Raperda tersebut.

”Rencana Pansus ini kan akhir dari RPJMD Idris-Pradi, agar benar-benar antar fraksi bisa mengkritisi dengan baik. Artinya, di masa kepemimpinan Idris-Imam akan ada evaluasi hasil terbaik, menyesuaikan yang baik agar menjadi lebih baik lagi. Saya pun mendukung agar lebih baik dari sebelumnya dan mengawal,” pungkasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar