babi penget
AKUI PERBUATAN : Adam Ibrahim mengakui perbuatanya yang menyebarkan hoax babi ngepet kepada awak media di Mapolrestro Depok. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Bak film horor sang sutrada sangat ciamik dalam membuat sekenario drama kemunculan babi ngepet di RT2/4, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. Drama kolosal yang disutradari Adam Ibrahim ini viral seantero negeri. Seluruh platform media sosial membahas penangkapan babi ngepet di sana, yang  ternyata hanya akal – akalan Idam Ibrahim untuk menaikkan popularitasnya sebagai tokoh agama  di sana.

Tak mau drama ini berlarut terlalu lama, Polrestro Depok bergerak cepat untuk menyudahi langkah Adam Ibrahim.  Dalam menyebarkan kebohongan penangkapan babi ngepet yang dilakukan dia dan beberapa rekannya.

Kapolres Metro (Kapolrestro) Depok, Kombes Imran Edwin Siregar memastikan, penangkapan babi ngepet di Kelurahan Bedahan merupakan kebohongan belaka, atau hoaks. Karena kejadian rekayasa itu viral dan menimbulkan kerumunan warga, pihaknya dengan tegas menangkap satu orang yang menjadi pelaku pembohongan publik tersebut.

“Kami sudah menangkap satu orang pelaku penyebaran berita bohong babi ngepet atas nama Adam Ibrahim,” kata Kombes Imran kepada Harian Radar Depok, Kamis (29/4).

Dia mengungkapkan, kebohongan Adam Ibrahim ini terungkap setelah pihaknya melalui Polsek Sawangan, melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang yang selama ini diceritakan menjadi eksekutor pengangkapan babi ngepet. Mereka adalah, Adi Firmanto, Heri Sunarya, Iwan Kurniawan, Nurhamid, Adam Ibrahim, Hamdani, dan suhanda. Ke tujuh orang ini merupakan warga Kelurahan Bedahan.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, saksi Adi Firmanto menceritakan kepada Adam Ibrahim jika dia kehilangan uang Rp1 juta, sebanyak dua kali. Lalu Adam Ibrahim menjelaskan kepada Adi jika kejadian yang dialaminya akiab adanya babi ngepet di wilayah mereka,” ujarnya.

Kombes Imran menjelaskan, untuk meyakinkan warga lainnya, Adam Ibrahim membeli satu ekor babi hutan secara online di sebuah komunitas kucing di Depok, dengan harga Rp 900 ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. Uang tersebut didapatkan dari Adi.

“Lalu pada hari selasa (27/4), dilakukanlah rekayasa penangkapan babi hutan oleh ke tujuh orang ini. Namun ke enam saksi selain Adam Ibrahim, tidak ada yang tahu dan melihat secara langsung terkait berubahnya manusia jadi babi, hanya berdasarkan cerita dari Adam Ibrahim ini,” bebernya.

Dia menyebutkan, ke enam orang saksi itu hanya melihat seekor babi yang berada di sekitar kandang yang ternyata sudah disiapkan Adam Ibrahim, di samping rumahnya untuk mengelabui mereka. Dengan aba–aba yang dikomandoi Adam Ibrahim, saksi–saksi langsung menangkap babi tersebut.

“Saat ditangkap, babi hutan itu memakai kalung kayu berwarna hitam bentuk tasbeh, dan memakai ikat kepala berwarna merah,” imbuhnya.

Adam Ibrahim sudah merencanakan rekayasa ini dengan matang, maka dari itu dia hanya berkomunikasi dengan saksi – saksi melalui Whatsapp. “Saksi semua wajib patuh sama perintah Adam Ibrahim,” tambahnya.

Kombes Imran menambahkan, motif Adam Ibrahim melakukan rekayasa babi ngepet ini tak lain untuk menaikkan popularitasnya sebagai tokoh agama di sana. “Dia mau terkenal biar pengikut majelis taklimna bertambah,” terangnya.

Akibat perbuatannya tersebut, Adam Ibrahim dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan hukuman maksimal 10 tahun. Barang siapa yang menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dihukum dengan pidana penjara setinggi tingginya 10 tahun. Dan atau barang siapa yang menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sedangkan dia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 3 tahun.

Sementara itu, tersangka Adam Ibrahim mengaku, membeli babi secara online dari komunitas kucing yang ada di Depok. Babi ngepet itu tiba pada pukul 23:00 WIB di rumahnya pada Selasa (27/4). “Kita beli di online Rp900 ribu dan ongkos kirim ada dan dikirim tepat pada jam sebelas malam,” ungkap Adam.

Dia menceritakan, setelah paket kiriman babi yang diantar melalui jasa pengiriman barang tiba di depan rumahnya, Adam Ibrahim kemudian melepas babi itu. Setelah itu, dia dan teman-temannya menunggui babi itu lewat untuk menangkapnya. “Babi itu datang dilepas di depan rumah saya dan kita nungguin babi itu untuk datang, karena posisinya dilepas, babi itu sangat mudah untuk jalan ke yang disediakan,” jelasnya.

Adam Ibrahim mengaku, sengaja merekayasa soal babi ngepet itu. Adam Ibrahim terpikir untuk membuat isu soal babi ngepet untuk meredam keresahan warga yang kehilangan uang beberapa hari terakhir. “Sebab laporan yang hilang sehingga timbul di hati dan pikiran saya mengadakan hal tersebut  agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” katanya.

Namun akhir cerita rekayasa itu tidak sesuai harapannya. Kejadian itu kemudian menjadi viral sehingga warga ramai datang. “Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah. Saya akui itu kesalahan yang fatal,” ucapnya.

Atas kejadian itu, Adam Ibrahim meminta maaf telah membuat warga resah. “Atas kejadian ini saya mohon maaf, terutama kepada warga Bedahan, untuk seluruh warga Indonesia dan ini bukan pengalihan isu atau apa pun. Ini rekayasa saya pribadi untuk menyelesaikan apa yang diskusikan kepada saya tentang kejadian hilang itu tidak ada lagi,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar 

Editor : Fahmi Akbar