Teuku Hananan
MERASAKAN MANFAAT: Peserta program JKN-KIS, Teuku Hananan. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berobat sebagai pasien JKN-KIS ternyata sangat bagus. Itulah kesan pertama yang dirasakan oleh Teuku Hananan, yang baru pertama kali berobat sebagai pasien JKN-KIS. Tepatnya sebulan yang lalu saat ia ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan penyakit hipertensi yang dideritanya.

Saat ditemui, Teuku mengungkapkan bahwa meski awalnya ia merasa ragu terhadap pelayanan yang diberikan bila berobat sebagai pasien JKN-KIS, namun keraguannya itu terbantahkan saat ia merasakan sendiri pelayanan yang diberikan oleh petugas di fasilitas kesehatan. Dirinya mengatakan pelayanan yang ia terima tidak seperti yang banyak dibicarakan orang banyak. Justru, Teuku merasakan pelayanan yang sangat optimal dan cekatan oleh pihak fasilitas kesehatan.

“Awalnya saya ragu pakai Kartu JKN-KIS saya untuk berobat karena sebelumnya belum punya pengalaman berobat sebagai pasien JKN-KIS. Saya takut mengalami kendala dan dilayani seadanya karena saya tidak memahami secara detil prosedurnya seperti apa. Tapi pada akhirnya saya memberanikan diri dan ternyata keraguan saya itu tidak terjadi. Pelayanannya ternyata sangat bagus dan proses administrasinya juga cukup simple sehingga bisa segera diperiksa oleh dokter,” ujar Teuku, Senin (15/3).

Atas pelayanan baik yang diterima, Teuku pun merasa nyaman dan senang berobat sebagai pasien JKN-KIS. Pengalamannya berobat sebagai pasien JKN-KIS itu pun semakin membuka wawasan Teuku itu tentang Program JKN-KIS.

“Saya baru sekitar setahun menjadi peserta JKN-KIS, jadi belum banyak tahu tentang Program JKN-KIS. Namun pengalaman saya berobat bulan lalu itu, membuat saya menjadi tahu bagaimana prosedur berobat sebagai pasien JKN-KIS. Saya menjadi merasa bersyukur dan merasa keputusan saya mendaftar menjadi peserta JKN-KIS adalah keputusan yang tepat,” ujar Teuku.

Teuku mengungkapkan bahwa Program JKN-KIS merupakan program yang sangat bagus dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga perlu terus dikembangkan. Ia pun berharap agar Program JKN-KIS terus disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya masih banyak informasi yang belum diketahui masyarakat terkait Program JKN-KIS. Padahal informasi tersebut merupakan informasi-informasi yang penting.

“Inginnya sih, BPJS Kesehatan terus menggalakkan sosialisasi di berbagai media, apalagi sekarang golongan muda yang menggunakan media sosial. Hal ini tentu bisa mejadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi terbaru seputar JKN-KIS,” tutup Teuku. (DT/mr)