foto tentang babi ngepet
DITANGKAP : Penampakan wajah Adam yang menjadi biang kerok hoaks babi ngepet di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kapolres Metro (Kapolrestro) Depok, Kombes Imran Edwin Siregar memastikan jika penangkapan babi ngepet di Kelurahan Bedahan merupakan kebohongan belaka atau hoaks. Karena kejadian rekayasa itu viral dan menimbulkan kerumunan warga, pihaknya dengan tegas menangkap satu orang yang menjadi pelaku pembohongan publik tersebut.

“Kami sudah menangkap satu orang pelaku penyebaran berita bohong babi ngepet atas nama Adam Ibrahim,” kata Kombes Imran Siregar.

Dia mengungkapkan, kebohongan Adam Ibrahim ini terungkap setelah pihaknya melalui Polsek Sawangan, melakukan pemeriksaan terhadap tujuh warga Kelurahan Bedahan yang selama ini diceritakan menjadi eksekutor penangkapan babi ngepet. Mereka adalah, Adi Firmanto, Heri Sunarya, Iwan Kurniawan, Nurhamid, Adam Ibrahim, Hamdani, dan suhanda.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, saksi Adi Firmanto menceritakan kepada Adam Ibrahim jika dia kehilangan uang Rp 1 juta, sebanyak dua kali. Lalu Adam Ibrahim menjelaskan kepada Adi jika kejadian yang dialaminya akibat adanya babi ngepet di wilayah mereka,” ujarnya.

Baca Juga  Aksi Warga RW10 Kelurahan Serua Cegah Korona : Semprotkan Disinfektan Secara Mandiri

Kombes Imran menjelaskan, untuk meyakinkan warga lainnya, Adam Ibrahim membeli satu ekor babi hutan secara online di sebuah komunitas kucing di Depok, dengan harga Rp 900 ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. Uang tersebut didapatkan dari Adi.

“Lalu pada hari selasa (27/04), dilakukanlah rekayasa penangkapan babi hutan oleh ke tujuh orang ini. Namun ke enam saksi selain Adam Ibrahim, tidak ada yang tahu dan melihat secara langsung terkait berubahnya manusia jadi babi, hanya berdasarkan cerita dari Adam Ibrahim ini,” bebernya. 

Dia menyebutkan, ke enam orang saksi itu hanya melihat seekor babi yang berada di sekitar kandang yang ternyata sudah disiapkan Adam Ibrahim di samping rumahnya untuk mengelabui mereka. Dengan aba – aba yang dikomandoi Adam Ibrahim, saksi – saksi langsung menangkap babi tersebut.

Baca Juga  Turnamen Bulu Tangkis dan Sepak Bula U-40 Bakal Digelar di Duren Seribu

“Saat ditangkap, babi hutan itu memakai kalung kayu berwarna hitam bentuk tasbeh, dan memakai ikat kepala berwarna merah,” imbuhnya.

Adam Ibrahim sudah merencanakan rekayasa ini dengan matang, maka dari itu dia hanya berkomunikasi dengan saksi – saksi melalui Whatsapp.

“Saksi semua wajib patuh sama perintah Adam Ibrahim,” tambahnya. 

Kombes Imran menambahkan, motif Adam Ibrahim melakukan rekayasa babi ngepet ini tak lain untuk menaikkan popularitasnya sebagai tokoh agama di sana.

“Dia mau terkenal biar pengikut majelis taklimnya bertambah,” terangnya.

Akibat perbuatannya tersebut, Adam Ibrahim dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan hukuman maksimal 10 tahun.

“Barang siapa yang menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dihukum dengan pidana penjara setinggi tingginya 10 tahun dan atau barang siapa yang menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sedangkan dia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 3 tahun,” tutupnya. (rd/dra)

Baca Juga  Mendag: Presidensi G20 Indonesia Bantu Dukung Pemulihan Ekonomi Dunia

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya