Beranda Utama Polisi Bisa Saja Mencabut SIM Selamanya, Jika Melakukan Pelanggaran Ini

Polisi Bisa Saja Mencabut SIM Selamanya, Jika Melakukan Pelanggaran Ini

0
Polisi Bisa Saja Mencabut SIM Selamanya, Jika Melakukan Pelanggaran Ini
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Punya SIM atau Surat Izin Mengemudi bukan berarti bisa semena-mena berkendara di jalanan.

Karena, polisi bisa cabut SIM selamanya gara-gara pelanggaran sepela membahayakan orang lain di jalan atau sekitarnya.

Bahkan, ada juga pelanggaran lain yang bisa membuat SIM dicabut seumur hidup. Intinya tetap pelanggaran ringan masih bisa dilakukan penilangan biasa.

Namun kalau sudah membahayakan, apalagi memakan korban jiwa bisa dilakukan pencabutan SIM.

Ancaman hukuman ringan hanya berupa sanksi denda, ancaman lain yang lebih berat, yakni berupa pencabutan SIM.

“Iya bagi para pengendara yang melakukan pelanggaran berat bisa dilakukan pencabutan,” kata Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol Jati.

Ia menuturkan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan SIM bisa dicabut.

Faktor itu antara lain jika pengendara melakukan tindakan ugal-ugalan di jalan, mabuk dan melebihi batas yang telah ditentukan. Sanksinya SIM bisa dicabut seumur hidup.

SIM salah satu syarat wajib bagi setiap pengguna kendaraan bermotor sesuai aturan yang tertuang pada Pasal 77 (1) Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam pasal tersebut dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan, wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.

Bahkan bagi pengendara yang terbukti tidak membawa atau tidak memiliki SIM akan dikenakan sanksi tilang dengan membayar sejumlah denda.

Aturan ini sebagaimana dijelaskan dalam pasal 88 ayat (2) pada Undang-Undang yang sama, yaitu:

Dalam pasal tersebut diterangkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah). (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya