Qonita Luthfiyah
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PP) Kota Depok, Qonita Lutfiyah  mengatakan puasa mengajarkan banyak hal kepada kita tentang bagaimana berpegang teguh pada hakikat ajaran agama Islam dan tetap eksis dalam kehidupan sehari-hari secara mulia.

Karena, lanjut Qonita, puasa mengajarkan bagaimana kita membengun kehidupan dengan keseimbangan hidup dalam segala dimensi  kehidupan.

“Puasa juga sarana yang tepat untuk menguatkan ketahanan fisik seseorang sekaligus kekuatan jiwa dalam memperkuat kepekaan sosial kepedulian dan meningkatkan moral spiritualnya,” kata Qonita kepada.

Qonita menegaskan, jika puasa hanya dilakukan sebatas memenuhi kewajiban dengan tidak makan dan minum, maka tidak akan ada maknanya kecuali hanya mendapatkan lapar dan haus semata. Demikian halnya jika hanya memiliki tujuan-tujuan simbolik dan formalistik.

“Hanya mendapatkan kepuasan yang sifatnya sementara,” paparnya.

Ia melanjutkan, puasa juga melatih kesabaran dan kesadaran untuk menjalani kehidupan sebagai proses yang panjang. Karena untuk berbuka puasa, seseorang tidak harus menunggu separuh dari lamanya hari. Tetapi, orang yang berpuasa dituntut untuk sabar menunggu waktu sampai diperbolehkan berbuka puasa dengan pertanda adzan Maghrib.

Puasa juga mengajarkan bahwa untuk mencapai kesenangan dan kenikmatan hidup, seseorang tidak seharusnya membeli waktu dengan menempuh cara-cara pragmatis dan instan untuk mencapai tujuan. Sementara waktu berbuka, kita dianjurkan untuk mengendalikan diri dengan tidak makan dan minum secara berlebihan.

“Puasa juga mengajarkan kita untuk lebih giat dalam bekerja dan lebih meningkatkan etos kehidupan. Bila mau, bisa aja orang berpuasa hanya tidur dirumahnya, ia akan mendapat pahala dengan tidurnya itu.  Tapi, jika mau bekerja keras, sudah tentu pahala yang didapat jauh lebih besar. Itulah yang dimaksud etos kepribadian yang diajarkan melalui ibadah puasa,” katanya.

Dengan demikian, puasa adalah proses humanisasi kehidupan,sehingga tatanan kehidupan jadi lebih berkeadilan, bermoral dan beretos sosial tinggi.

“Kita memang hidup jauh dari zaman kenabian, tapi kalau pesan-pesan kenabian lewat sabdanya ditangkap secara utuh, kita akan menjadi manusia yang beruntung,” tutupnya. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah