supariyono senyum
Anggota DPRD Kota Depok, Muhammad Supariyono

RADARDEPOK.COM – Kita sering mendengar dan mengucapkan kata barokah atau berkah. Seperti apa sesungguhnya keberkahan itu. Menurut kamus Almunawwir kata barokah berarti Annikmah atau nikmat. Harta yang berkah adalah harta yang membuat pemilik harta tersebut merasa nikmat. Apalah artinya kita memiliki banyak harta kalau hanya untuk makan saja harus ditimbang. Mau maka ini tidak boleh, mau makan itu tidak boleh. Masih lebih nikmat kuli panggul atau kuli bangunan bebas mau makan apa saja sambil angkat kaki.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata berkah adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Maksud keberkahan menurut kamus bahasa Indonesia adalah kebaikan yang dimiliki oleh seseorang yang dengan kebaikan itu dia jadi bermanfaat bagi orang banyak. Kekayaan yang berkah adalah orang yang dengan kekayaannya itu bermanfaat bagi orang banyak.

Ilmu yang berkah adalah orang yang dengan ilmunya itu bermanfaat bagi orang banyak. Banyak orang ang kaya akan tetapi masarakat tidak merasakan apa-apa dari kekayaannya itu. Kekayaan seperti itu adalah kekayaan yang ttidak berkah. Demikian pula di masyarakat kita banyak orang yang berilmu tapi orang lain tidak merasakan manfaat apa-apa dari ilmu yang dia miliki. Ilmu seperrti itu namanya ilmu yang tidak berkah.

Dalam ensiklopedia tasawwuf barokah atau berkah diartikan dengan ziadaul khoir atau bertambahnya kebaikan atau bertambahnya nilai. Berkah atau pertambahan nilai ini bisa karena waktu, bisa juga karena tempat. Sebagai sebuah contoh keberkahan tempat, ketika kitta sholat di masjid di kota Depok akan berbeda nilainya dengan ketika kita sholat di masjid Nabawi di kota Madinah. Sholat di masjid Nabawi di kota Madinah nilainya 1000 kali sholat di kota Depok.

Begitu juga ketika kita sholat di masjidil harom di kota Mekah. Sholat di masjidil harom nilainya 100.000 kali dari sholat di kota Depok. Contoh keberkahan waktu. Ketika kita bersedekah di bulan sya’ban akan berbeda nilainya dengan ketika kita bersedekah pada bulan Ramadhan. Berbeda lagi dengan keika kia bersedekah bertepatan dengan lailatul kodar.

Imam Nawawi mengartikan barokah atau berkah dengan kenikmatan yang banyak dan abadi. Kita semua pasti berharap bahwa kita akan mendapakan kebahagian atau kenikmatan dalam hidup. Selain kita mengharapkan mendapatkan kenikmatan kita tentu juga mengharapkan kenikmatan yang dapatkan bukan kenikmatan sesaat tapi kenikmatan yang abadi.

Satu lagi pendapat tentang makna barokah, bahwa barokah adalah ziadatu to’ah atau bertambahna ketaatan. Apalah artinya bertambah kekayaan kalau tidak membuat seseorang bertambah taat kepada yang memberi kekayaan. Kekayaan seperti itu adalah kekayaan yang tidak berkah. Bertambah kekayaan tapi tidak bertambah ketaatan itu Qorun namanya. Apalah artinya pangkat yang tinggi kalau tidak membuat kita semakin taat kepada Allah SWT. Pangkat yang tinggi tapi tidak membuat kita taat kepada Allah SWT itu Fir’aun namanya.(rd/dis)

Editor : Fahmi Akbar