sekolah insan mandiri
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pendidikan karakter akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.

kerusakan moral berupa kenakalan remaja, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, bullying, hingga korupsi dan penyuapan merupakan realita yang harus dihadapi oleh manusia di zaman sekarang.

Hal ini merupakan dilema tersendiri, karena ternyata budaya modern tidak mengatasi patologi-patologi sosial tersebut dengan gradual dan komprehensif. Justru modernitas pendidikan memperparah keadaan tersebut. Untuk itu prophetic parenting adalah solusi yang bersifat evolutif untuk merubah keadaan chaos ini dengan visi ke depan bukan merupakan solusi instan.

Pakar Parenting Nasional, Karim Santoso dalam Webinar Prophetic Parenting bertajuk ‘Seni Mendidik Anak Dalam Perspektif Psikologi Islam’ di Insan Mandiri Depok mengatakan, konsep dalam prophetic parenting adalah mendidik anak dengan berkiblat pada cara-cara yang dilakukan Rasulullah dalam mendidik keluarga dan sahabat beliau.

“Menjadi sebuah penekanan penting bahwasannya dalam prophetic parenting berlaku sebuah proses pendidikan bukan sekedar proses pengajaran, kerena dalam proses pendidikan selain mengajarkan ilmu juga menanamkan nilai-nilai.” ungkapnya menegaskan.

Karim yang juga Presiden Direktur Sekolah Insan Mandiri ini menjelaskan, prophetic parenting adalah sebuah metode atau cara mendidik anak ala Rasulullah.

“Anak adalah amanah Allah kepada orang tua, hatinya masih suci bagaikan tambang

asli yang masih bersih dari segala corak dan warna. Ia siap dibentuk untuk dijadikan apa saja tergantung keinginan pembentuknya. Jika dibiasakan dan dibina untuk menjadi baik maka ia akan menjadi baik.” tegas doktor jebolan Psikologi Pendidikan UIN Jakarta ini.

Menurut Karim, kedua orangtua, para guru dan pendidiknya pun akan menuai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bila dibiasakan terhadap keburukan dan diabaikan pembinaannya laksana binatang ternak, maka buruklah jadinya dan ia pun akan merugi. 

“Orang tua dan para pendidikpun akan menganggung dosanya,” jelasnya.

Webinar Prophetic Parenting dilakukam secara virtual dengan peserta mencapai 500 orang. Kegiatan ini telah beberapa kali dilaksanakan oleh TKIT-SDIT Insan Mandiri Depok yang beralamat di Komplek Diamond Cinere, Jalan Raya Krukut No.17B Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok.

Sebelumnya, juga diadakan webinar yang sama bertajuk, ‘Strategi Mengatasi Kejenuhan Belajar Pada Anak’ dengan menghadirkan Pengurus Pusat JSIT Indonesia, Abdul Hakim. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya