Penumpang Bus di Terminal Jatijajar
MUDIK DULUAN: Sejumlah penumpang menaiki bus di Terminal Jatijajar Kota Depok. Para penumpang beralasan memilih mudik duluan ke kampung halaman. FOTO: ARNET KELMANUTU

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Semakin kencang pelarangan mudik bagi masyarakat yang akan diterapkan pada 6-17 Mei 2021, membuat sejumlah penyedia jasa transportasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mulai khawatir. Meski upaya menurunkan harga tiket, tetapi saat ini jumlah penumpang belum terlihat signifikan.

Penjaga loket PO Gunung Harta di Terminal Jatijajar, Indryanti Putri mengaku, bus dengan tujuan Jakarta-Depok-Malang kelas standar eksekutif yang seharusnya harga tiket Rp440 ribu jika mudik hingga Lebaran diwaktu normal, kini diturunkan menjadi Rp330 ribu.

“Iya biar penumpang semakin berminat, tapi itu ketika masih dibolehkan mudik sebelum tanggal 6 Mei. Sekarang kan katanya sudah sama sekali tidak boleh,” jelas Indryanti kepada Radar Depok, Minggu (18/04)

Menurutnya, sebelum Ramadan hingga saat ini jumlah penumpang justru menurun. Hal ini kemungkinan karena khawatir akan pelarangan tersebut, dan juga sudah banyak memiliki mobil pribadi. “Jadi bukan hanya faktor larangan mudik. Punya mobil sendiri atau sewa sudah juga banyak dilakukan penumpang sekarang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebelum Ramadhan, setiap harinya penumpang yang menggunakan jasa busnya mencapai 10-15 orang. Namun, dalam satu minggu ini, penumpang setiap harinya tidak lebih dari 10 orang. “Ramai memang sebelum puasa, ini berkaca pada tahun lalu yang juga melakukan pelarangan mudik,” katanya.

Sementara, sopir Bus AKAP MGI, Jurusan Bandung–Depok dengan kelas Ekonomi Bisnis, Dendy Saputra membenarkan, kemudahan untuk memiliki mobil serta jasa penyewaan yang juga banyak, membuat bus kurang dilirik. “Sekarang banyak yang nyewa mobil, atau sudah punya mobil sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, aturan pelarangan mudik bukan berarti masyarakat tidak mudik, tapi melakukan mudik dengan kendaraan pribadi. Sehingga penerapan pencegahan penyebaran covid 19 antar daerah tidak akan berjalan efektif. “Pasti banyak yang lolos juga bang. Ada yang lewat jalur dalam, atau sebelum razia dimulai. Jadi, bus makin sepi, tapi mudik tetap jalan karena naik  kendaraan pribadi pasti terjadi,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR