duser lagi
ILUSTRASI : Pemeberian bantuan sembako kepada warga korban bencana puting beliung di Kelurahan Duren Seribu, dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DUREN SERIBU – Aparatur Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, terus memperhatikan kebutuhan pangan bagi warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri akibat pandemi Covid-19.

Meski warga terpapar Covid-19 disana sudah menurun, namun aparatur kelurahan setempat tetap mengoptimalkan fungsi lumbung pangan sebagai antisipasi jika warga membutuhkan bantuan.

Lumbung pangan ini tidak pernah kosong selalu ada untuk membantu kebutuhan warga Duren Seribu,” kata Lurah Duren Seribu, Suhendar, Minggu (25/4).

Kata dia, saat ini masih ada 13 warganya yang melakukan isolasi mandiri. Akan tetapi, stok sembako di lumbung pangan mereka masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sembako warga isolasi mandiri.

Saat ini masih ada 30 paktet sembako yang tersedia di lumbung, kalau warga isolasi ada yang butuh bisa langsung diminta dan akan diantarkan petugas ke rumahnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, keberadaan lumbung pangan tidak hanya bagi warga yang terpapar Covid-19, termasuk bencana alam, seperti angin putting beliung, itu juga menjadi fokus jajarannya. “Pada saat kemarin ada puting beliung, kami juga menyalurkan bantuan untuk korban,” bebernya.

Ia menyebutkan, sembako yang dibagikan kepada masyarat berupa beras, minyak, gula, kopi,susu, sirop, kecap,teh, indomi, roti. “Insya Allah bantuannya sesuai standar gizi yang baik untuk masyarakat,” terangnya.

Dirinya menambahkan, dengan membangun lumbung pangan, setiap warga yang membutuhkan bantuan sembako dapat diatasi dengan cepat. Ketersediaan sembako di lumbung pangan bersumber dari donatur yang merupakan warga di wilayahnya.

Bantuan lumbung pangan mayoritas bersumber dari donasi pengusaha yang ada di wilayah kami,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro