rekomendasi supriatni
Ketua Komisi D Kota Depok, Supriatni.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, terlebih lagi harus bisa menahan hawa nafsu. Sebab, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Supriatni merupakan ibadah rahasia yang hanya manusia dengan Allah SWT.

“Puasa tIdAk hanya menahan Haus dan lapar, terlebih harus bisa menahan hawa nafsu, seperti amarah, kesal dan lainnya, agar puasa kita berkualitas, maka puasa kita harus benar benar keimanan dan keikhlasan kepada Allah SWT,” tutur Supriatni kepada Radar Depok.

Puasa, sambung politikus perempuan Partai Golkar ini, merupakan suatu ibadah yang rahasia, tersembunyi dan hanya pribadi kita sendiri dan Allah yang tahu, jika kita sedang melaksanakan ibadah tersebut.

“Karena, puasa merupakan ibadah yang sangat rahasia, maka kita harus melakukannya hanya  karena Allah SWT, bukan karena manusia,” paparnya.

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Kota Depok 1 (Pancoranmas) ini melanjutkan, diriwayatkan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, Apabila datang hari kiamat, maka akan datang sekelompok kaum yang bersayap, seperti sayap burung dan beterbangan di dinding surga, kemudian malaikat penjaga surga bertanya kepada kaum yang bersayap itu.

“Siapa kamu sekalian, jawab kaum yang bersayap kami umat dari Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Kemudian, ia melanjutkan, malaikat penjaga surga bertanya lagi, apakah kalian mengetahui hisab,  Kaum yang bersayap menjawab, tidak. Lalu, penjaga surga bertanya lagi, apakah kalian mengetahui jembatan sirotul mustakim, dan kaum yang bersayap menjawab tidak.

“Penjaga surga bertanya lagi, dengan apa kalian mendapatkan derajat yang tinggi dan mulia in, lalu kaum yang bersayap menjawab, kami telah beribadah dengan sembunyi-sembunyi ketika kami di dunia, makanya kami dimasukan ke dalam surga pun dalam keadaan sembunyi-sembunyi pula, tanpa diketahui oleh malaikat penjaga surga.  Ibadah apa itu, asshaum yaitu puasa,” tutur politikus jebolan pesantren tersebut.

Intisari dari hadits tersebut, Supriatni mengungkapkan, bagi orang yang berpuasa berdasarkan keimanan dan keikhlasan karena Allah SWT, maka nanti akan dimasukan ke surga dalam keadaan tanpa melewati hisab, tanpa melalui jembatan Sirotul Mustakim, bahkan tanpa diketahui malaikat penjaga surge, karena Allah SWT yang memasukan ke surge langsung.

Aamiin  Ya Rabbal’alamiin. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang senantiasa ikhlas dalam berbuat, tidak hanya dalam berpuasa saja,” pungkas Supriatni. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah