Beranda Metropolis Tiga Hari Pedagang Takjil Menjerit

Tiga Hari Pedagang Takjil Menjerit

0
Tiga Hari Pedagang Takjil Menjerit
TAKJILMERUGI : Salah satu pedagang Takjil dikawasan Jalan Merdeka Kecamatan Sukmajaya saat melayani pembeli, Jumat (16/4). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kota Depok, ternyata membuat sebagian penjual takjil menjerit akibat tidak dapat membuka lapak. Hal ini membuat kerugian yang diperoleh pedagan beberapa hari.

Salah satu pedagang kolak dan gorengan di Kecamatan Sukmajaya, Dian Yani mengatakan, terpaksan menutup lapaknya sebelum dagangan miliknya terjual satu pun, sebab sebelum pembeli datang, hujan sudah lebih dulu turun.

“Dari awal puasa saya buka selalu jam 3 sore, baru buka dan siap jualan, hujan langsung turun, akhirnya saya tutup,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Dian melanjutkan, dari hari pertama hingga hari ketiga puasa hujan terus mengguyur di sore hari, hal ini membuat dirinya merugi sebab tidak memperoleh keuntungan dari daganganya.

“Ya akhirnnya saya makan dan bagi tetangga, biar berkah. Kira-kira modal saya habis Rp400 sampai Rp500 ribu dalam 3 hari terakhir ini,” ungkapnya.

Namun dirinya beruntung sebab hari ini (Jumat, 16/04) hujan tidak mengguyur Kota Depok, sehingga dapat membuka lapak dagangannya. Meski sudah merugi dalam tiga hari kemarin, dirinya tetap bersyukur masih dapat berjualan di bulan Ramadan.

Tak hanya di kawasan Sukmajaya, di kawasan Pasar Pucung, Kecamatan Cilodong, Pedagang Es Buah, Hasmuni Iskandar menyapaikan hal serupa. Dagangannya sama sekali tidak tersentuh pembeli. “Ada yang beli tapi hanya langganan, itu juga hanya dua atau tiga bungkus, untuk menutup modal saja tidak cukup,” terang Muni panggilannya.

Jika berkaca pada bulan puasa tahun sebelumnya, dagangannya selalu ludes terjual sebelum mabghrib menjelang, sebab dirinya hanya menyediakan sekitar 20 hingga 25 liter es buah. Biasanya bisa dapat hingga 50  bungkus es.

“Kalau habis terjual, keuntungan bisa seratus persen. Misalnya modal saya 300 ribu, untungnya juga bisa 200 sampai 300 ribu. Jadi kalau hitungan kotor saya bisa mengantongi 500 hingga 600 ribu,” bebernya kepada Radar Depok.

Meski seperti itu, Muni meyakini bahwa berkah ramadan akan datang dan seluruh dagangannya bisa laku terjual. Sebab keuntungan dari jualan di bulan puasa akan digunakan untuk mudik ke kampung halaman bersama keluarga ke Jawa Tengah. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar