ditemukan
BERDUKA: Jenazah Sofyan (48) dibawa menggunakan ambulans ke TPU Kampung Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoranmas, pada Kamis (22/4). Jenazah sebelumnya disalatkan di rumah duka. FOTO: DAFFA SYAIFULLAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah tiga hari pencarian, Sofyan (48) yang dikabarkan tenggelam di Kali Pesanggrahan Jalan Pemuda RT2/6 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, akhirnya ditemukan di kawasan Kampung 99 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kamis (22/4) oleh tim gabungan SAR dari berbagai lintas sektor.

Kakak Sofyan, Muhammad Yusuf mengatakan, adiknya tersebut memiliki penyakit epilepsi atau biasa disebut ayan. Kemudian hobi memancing dan bekerja sebagai juru parkir di Rumah Makan Abu Salim dengan sistem shift.

“Biasanya dia kalau mau pergi pasti bilang ke saya. Tapi pas Selasa kemarin, dia tidak ngomong kalau mau memancing,” kata Yusuf kepada Radar Depok, Kamis (22/4).

Menurutnya, diketahui Sofyan sempat berpamitan dengan anak perempuan pertamanya, berinsial T (12). Kala itu, sang anak tidak memperbolehkan ayahnya pergi memancing. “Karena dia lagi libur dari shift kerja. Akhirnya mau mancing di kali. Sempat bilang ke anaknya yang paling gede. Anaknya sempat melarang, tetapi Sofyan bilang mau pergi sebentar ke Parung Bingung, jam 2 siang pulang,” bebernya.

Istri dari Sofyan tiba-tiba menghubungi Yusuf sebelum berbuka puasa. Mendengar hal ini, sebagai kakak, dirinya mencoba mencari Sofyan dengan menelusuri Kali Pesanggrahan. “Saya telusuri kali itu. Sempet tanya ke penjaga air yang memang kenal sama Sofyan, tetapi dia bilang melihatnya pagi. Akhirnya ditemukan joran pancing milik adik saya di Kali,” ucapnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (22/4), setelah tiga hari dua malam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan, akhirnya Sofyan ditemukan sudah tidak bernyawa di Kali Pesanggrahan.  “Sosok almarhum baik, gak punya musuh dan gak macem-macem. Saya sangat berterima kasih kepada yang telah membantu menemukan jenazah adik saya,” ujarnya.

Sementara itu, Komando Lapangan Tim SAR Gabungan, Muhammad Romdoni menjelaskan, sebelum memulai pencarian, dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Meliputi keluarga korban, RT/RW, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Polsek Sawangan, Babinsa dan Komunitas Relawan.

Pencarian berlangsung selama tiga hari dua malam, sejak Selasa (20/4) hingga Kamis (22/4) dengan membagi tiga tim penyelurusan. Yaitu tim air, tim penyisiran perahu, dan manual. Banyak pihak lintas sektor yang terlibat seperti Tagana Kota Depok, Bogor, Bekasi, Damkar, Pramuka Peduli, KCD, dan stakeholder lain bersama warga sekitar. “Kami kekurangan perahu di hari pertama dan kedua. Maksimal orangnya, tapi tidak maksimal peralatannya. Pada hari ketiga malah nganggur perahu karena kami maksimalkan pencarian,” ucapnya.

Menurutnya, kesulitan saat proses penelusuran berada di medan lokasi. Membuat Tim SAR Gabungan itu meraba hingga mencurigai titik kemungkinan jenazah tersangkut. “Memang sengaja hari ini jadi hari terakhir. Kami kerahkan kekuatan full dengan koordinasi bersama semua pihak,” ungkapnya.

Kurang dari dua jam, jenazah ditemukan tersangkut di potongan bambu yang dibuat oleh Pramuka Peduli. Jaraknya sekitar 2,6 km dari lokasi Sofyan terjatuh, Kampung 99 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. “Dari Tagana sudah curiga tercium bau tidak sedap di titik itu. Ternyata benar dia di situ. Pada pukul 10.58 wib, jenazah diangkut ke perahu, kemudian diserahkan kepada keluarga. Tim SAR Gabungan pun kami lakukan penutupan operasi SAR,” tuturnya.

Sofyan meninggalkan dua orang anak, dan seorang istri. Jenazah dimakamkan sekitar pukul 14.45 wib di TPU Kampung Kekupu, RT2/3 Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas.  (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR