Beranda Utama Tiga Kontrakan di Pancoranmas Diamuk Api

Tiga Kontrakan di Pancoranmas Diamuk Api

0
Tiga Kontrakan di Pancoranmas Diamuk Api
KEBAKARAN : Pemadam Kebakaran, Babinsa dan Bhahinkamtibmas bersama warga sekitar saat sedang mencoba memadamkan api, Kamis (1/4). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – ‘Si jago merah’ menghanguskan tiga kontrakan di Jalan Haji Idah I RT4/16, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas. Hingga saat ini, penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor salah satu kontrakan.

Komandan Tim Pos Pemadam Kebakaran Cipayung, Boy Kurniawan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga adanya kebakaran di wilayah Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas pada pukul 14.20 WIB.

“15 menit setelah mendapat laporan kami tiba di lokasi. Api sudah membesar, dan langsung coba dipadamkan,” katanya kepada Radar Depok, Kamis (1/4).

Untuk menjinakkan api, Damkar menurunkan 20 personil dan mobil pemadam dari tiga pos, yakni Pos Walikota 1 Unit Ranger dan satu mobil pemadam 3500L, Mako GDC 1 Unit Ranger dan mobil pemadam 3000L, dan Pos Cipayung 1 Unit Ranger dan 3 Unit Pompa.

“Alhamdulillah lancar. Tetapi sempat terkendala air, karena sumbernya lumayan jauh dari TKP,” bebernya.

Menurutnya, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tetapi, menghanguskan tiga kontrakan beserta barang-barang. Kerugian warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Diduga akibat kompor. Perkiraan kerugian Rp600-700 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT4/16, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Arachim Zaenal Abidin menuturkan, kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Dirinya dikagetkan dengan teriakan warga yang menyambangi kediamannya. Sontak, sebagai pengurus lingkungan, dia bersama warga setempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, serta menyelamatkan dua anak yang berada di kontrakan 30A.

“Yang terbakar tiga kontrakan, nomor 30, 30A dan 30B. Ketika itu saya merespon panggilan warga dengan membawa ember dan selang. Di kontrakan sedang terlihat dua anak SD dan SMK (anak dari yang menempati kontrakan) lagi tidur, pintu saya dobrak dan mereka langsung dievakuasi,” tuturnya.

Khawatir api semakin membesar, Arachim segera menghubungi pihak damkar dan PLN untuk mematikan aliran listrik di lingkungan sekitar TKP.

“Kira-kira satu setengah jam api sudah padam oleh damkar. Flapon, spring bed, motor Vario dan lainnya ludes,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Maryani (35) warga yang menempati kontrakan nomor 30B mengaku sempat mencium adanya bau kabel terbakar. Disusul dengan sahut-sahutan kebakaran dari warga sekitar.

“Saya sama suami lagi santai di ruang depan dan pintu terbuka. Begitu ada asap dari kontrakan ujung (nomor 30), kami panik dan langsung mengamankan barang-barang yang sekiranya tidak memicu kebakaran lebih besar,” terangnya.

Sejumlah barang-barang berhasil diselamatkan, antara lain Kulkas, TV, surat-surat penting, dan perabotan lainnya. Saat ini dirinya terpaksa mengungsi di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi.

“Saya berharap semoga ada bantuan dari pemerintah dan lainnya,” tutupnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya