Beranda Utama Timsus Kemendagri Garap Dugaan Korupsi Damkar, Panggil Ulang Sandi Hari Ini

Timsus Kemendagri Garap Dugaan Korupsi Damkar, Panggil Ulang Sandi Hari Ini

0
Timsus Kemendagri Garap Dugaan Korupsi Damkar, Panggil Ulang Sandi Hari Ini
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan

RADARDEPOK.COM – Nyanyian Sandi Butar-butar sudah membumi. Sampai-sampai Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk tim khusus (timsus), untuk mengusut adanya dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Kabarnya, hari ini (19/4) Sandi kembali dipanggil Inspektorat Jendral Kemendagri, setelah Kamis (15/4) tidak hadir.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan mengatakan, Kemendagri sangatlah terbuka dalam menerima laporan serta aduan dari masyarakat, atau pihak manapun. Dalam hal ini, termasuk Sandi yang mengangkat isu adanya dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Maka dari itu, pihaknya membentuk Tim Khusus guna menyelidiki dugaan korupsi tersebut sejak beredarnya pemberitaan.

“Kami masih belum menerima laporan dari yang bersangkutan. Tetapi di media sudah ramai, dan tentunya itu merupakan bagian dari laporan masyarakat. Dalam hal ini, kami sudah membentuk tim untuk menindaklanjuti informasi yang sudah tersebar melalui Inspektorat Jendral Kemendagri bersama Dirjen Administrasi Kewilayahan (Adwil),” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (18/4).

Sehari pasca ramainya pemberitaan dugaan korupsi tersebut, timsus telah menyambangi Kota Depok. Dan mengadakan diskusi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Depok yaitu Inspektorat Kota Depok, dan Dinas Pemadam Kebakaran . Keesokannya, Sandi turut diundang ke Kantor Inspektorat Jendral. Tetapi sayangnya, tidak hadir karena terlambat menerima undangan. Timsus kini kembali mencoba mengundang Sandi dengan mengontak langsung.

“Nah timsus sudah mengontak langsung Sandi. Mudah-mudahan besok (Hari ini) bisa bertemu dengan tim kami. Mestinya Kamis (15/4) kemarin diminta untuk datang, tapi dia sedang bertugas dan masuk di hari itu.,” bebernya.

Jika hari ini Sandi datang, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan khusus oleh Tim gabungan (Join Audit) meliputi Inspektorat Jendral Kemendagri, Inspektorat Daerah Provinsi dan Inspektorat Daerah Kabupaten. Kemudian timsus juga akan melakukan pemeriksaan ke Dinas Damkar, dengan memperhatikan hasil pemeriksaan baik internal maupun eksternal di tahun sebelumnya.

“Nanti dilihat perkembangannya. Apakah persoalannya administrasi, atau disiplin, atau mengenai pengadaan itu ada mekanisme penyelesaian. Data dan Informasi itu akan menjadi bahan pemeriksaan disamping bertemu oleh pihak terkait,” tuturnya.

Apabila terdapat indikasi pelanggaran hukum, lanjut Benny, Aparat Penegak Hukm (APH) akan menindaklanjuti permasalah tersebut. Timsus juga telah melakukan mekanisme kerjasama berupa MOU penanganan permasalahan tersebut.

“Meskipun kami mendengar sudah ada pemanggilan oleh kepolisian dan kejaksaan, tapi sebetulnya sudah ada mekanisme kerjasama dan mou penanganan permasalah di daerah. Diharapkan nanti pada saat setelah pemeriksaan dari inspektorat ada rekomendasi,” jelasnya.

Dia berharap, permasalah ini dapat segera selesai. Diharapkan partisipasi aktif dari segala pihak, agar bersama-sama dalam menyelesaikan permasalah dan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, Pakar Hukum yang juga guru besar Bidang Hukum Tata Negara Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menilai, apabila dugaan korupsi yang digadang-gadang Sandi ini benar, maka dia akan menjadi Whistle Blower atau peniup pluit.

“Saya rasa bagus, harus dibiasakan agar tidak terkesan melalaikan dan mengabaikan. Kalau sampai pendekatan hukum, dia terbukti atas yang dituduhkan itu benar dengan melaporkan dan melampirkan bukti korupsi. Maka oknum akan dipidana,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (18/4).

Namun, lanjut Prof Asep, jika tuduhan tersebut ternyata salah, maka Sandi harus berhati-hati lantaran berisiko gugatan perdata atau pidana balik kepada dirinya atas fitnah atau pencemaran nama baik. “Perlu hati-hati betul. Satu sisi mendapatkan apresiasi jika benar, satu sisi berisiko jika salah. Bisa digugat perdata atau pidana atas tuduhan fitnah itu,” bebernya.

Dia berpesan, kepada siapapun yang melihat ataupun mendapatkan bukti awal maupun saksi atas dugaan tindak pidana korupsi, agar membiasakan untuk melaporkan temuan itu. “Biasakan supaya tidak terjadi pembiaran,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar