Beranda Metropolis Waduh Amblas Jalan GDC Meluas, Perbaikan Jalan Harus Dikaji Serius

Waduh Amblas Jalan GDC Meluas, Perbaikan Jalan Harus Dikaji Serius

0
Waduh Amblas Jalan GDC Meluas, Perbaikan Jalan Harus Dikaji Serius
LONGSOR SUSULAN : Kondisi Jalan GDC terkini yang mengalami longsor susulan saat hujan menerjang Kota Depok pada Rabu (14/4) saat malam hari. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kekhawatiran amblas Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) meluas, benar saja terjadi. Jalan yang awalnya tidak retak, kini kondisinya menga-ngaga dan struktur tanah di bawah jalan ikut tergerus, Kamis (15/4) malam. Atas peristiwa ini, pengamat menilai harus segera menggarapnya dan serius dalam mengkaji jembatan yang nantinya akan dibangun ulang.

Patauan Radar Depok di lokasi, memang bongkahan tanah baru dan beton sudah ada yang amblas. Apalagi Jalan dekat Kafe Ghawil sudah tidak bisa dilintasi akibat sudah reta-retak yang meluas.

Salah satu pegawai kafe Ghawil, Sofyan menyatakan, amblas susulan terjadi saat malam hari, Rabu  (14/4), saat hujan turun menerjang Kota Depok. Namun, saat tidak ada suara gemuruh yang membuat pegawai setempat khawatir, sebab hanya suara retakan. “Iya semalem bang longsor lagi, persis di bagian jalan. Untung petugas sudah memasang bambu sebagai penanda kawasan bahaya,”  ujarnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (15/4).

Sementara, Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menyoroti, perihal jalan amblas yang terjadi  di GDC. Pemerintah wajib melakukan perbaikan dengan serius, dengan melakukan pengkajian yang baik. Hal ini agar perbaikan yang sempurna dapat dirasakan masyarakat. “Dalam membangun jalan yang dibawahnya ada aliran sungai, harusnya ada kerjasama yang baik antara Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Sumber Daya Air (SDA), untuk meminimalisir hal seperti ini,” ucapnya kepada Radar Depok, Kamis (15/4).

Lanjut Yayat, memahami struktur tanah juga sangat penting dalam membangun jalan yang dialiri sungai. Pasalnya, kondisi tanah itu tidak bisa disama ratakan alias berbeda-beda. “Bisa lebih dahulu dicek, apakah kondisi sungai ini ada potensi pelebaran, perbaikan atau berpotensi longsor. Ketika intensitas curah hujan yang tinggi, bisa dilihat juga daya dukung tanahnya seperti apa,” terangnya.

Terkait Garis Sempadan Sungai (GSS), menurutnya wajib diperhatikan mulai dari strukur yang lebih kuat hinga aspek-aspek daya dukung yang lainnya, agar tidak melanggar garis tersebut. “Yang paling penting pemerintah perlu melakukan pengawasan, pemantauan serta pemeliharaan jalan yang telah dibangun,” ujarnya.

Untuk tanggung jawab atas kejadian ini, Yayat mengatakan, bisa dilihat terlebih dahulu apakah dari pihak pengembang GDC sudah melakukan serah terima kepada Pemerintah Kota Depok atau belum. “Jika sudah ada serah terima, maka ini menjadi tanggungjawab pemerintah. Tetapi jika belum, berarti masih menjadi tanggungjawab pihak GDC,” terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri mengatakan, Komisi C sudah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan memang terdapat temuan-temuan. Salah satunya masalah GSS tersebut. “Harusnya, jarak antara tepi sungai dengan bangunan berjarak 12 meter, ini pelanggaran,” tegasnya.

Sebelumnya, dijalan tersebut juga pernah terjadi amblas namun masih dalam skala kecil. Harusnya pemerintah, juga bisa mengatasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang sama dengan skala lebih besar. “Saat ini masih dalam proses lelang konsultan di PUPR, sehingga untuk pelaksanaan perbaikan kami juga belum bisa memastikan kapan akan dimulai. Dan sudah menjadi tanggungjawab pemerintah, karena sudah serah terima sejak tiga tahun lalu,” ucapnya.

Tajudin menilai, ini terjadi pengalihan fungsi, yang awalnya hanya untuk jembatan tetapi saat ini malah difungsikan untuk hal-hal lainnya, seperti kafe, rumah makan, mini market, serta lahan parkir.

“Dalam perbaikan juga harus hati-hati dan lebih matang dalam memilih konstruksi, agar masyarakat juga tidak lagi khawatir ketika melintasi ruas jalan tersebut,” tandas Tajudin. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar