antigenatob
TES COVID-19: Pemudik yang kembali ke Kota Depok dirapid antigen, di Pos Penyekatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : PUTRI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memburu pemudik yang kembali ke Depok. Selama hampir enam hari (21/05), tim sudah berhasil mengumpulkan 1.720 pemudik guna dilakukan rapid antigen. Dari ribuat yang dites, terdapat 18 pemudik yang dinyatakan rekatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, kegiatan rapid tes antigen kepada para pemudik dilaksanakan pada sejumlah lokasi. Yaitu di 38 fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan dua cek poin di Pos Penyekatan SPBU Cilangkap dan Pos Penyekatan BSI Sawangan.

“Selama enam hari, sampai Jumat (21/5) sudah ada 1.720 orang yang telah diperiksa kesehatannya. Dah hasilnya, 18 orang pemudik dinyatakan reaktif,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (21/5).

Dia menambahkan, bagi para pemudik yang dinyatakan reaktif. Maka akan dilakukan swab PCR di puskesmas wilayah tempat tinggal mereka. Tak lain, ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para pemudik. Bagi pemudik yang non reaktif, diimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama beberapa hari di rumah. Dan karena ini bukan kontak erat dengan kasus positif, maka pemudik dinyatakan reaktif diminta untuk swab PCR di puskesmas. “Tidak langsung dirujuk ke Wisma Makara UI,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menyebut, sebagian warga tidak disiplin dalam memenuhi persyaratan bepergian selama masa larangan mudik 6-17 Mei 2021. Selama masa larangan mudik, warga Depok yang hendak bepergian ke luar kota diharuskan mengantongi surat dispensasi keluar-masuk (SDKM) dan harus punya kepentingan mendesak. “Evaluasi kami memang banyak warga tidak disiplin,” kata Imam.

Menurutnya, ketika mudik kan harusnya menulis surat keterangan pulang kampung, SDKM. Yang kedua, ada yang mengurus (SDKM) satu, tapi yang pulang kampung delapan orang.

Depok sedang mengantisipasi transmisi Covid-19 akibat arus balik Lebaran 2021 dengan melakukan tes antigen gratis kepada pendatang maupun warga, yang terdata baru kembali dari kampung halaman. Tes antigen dapat dilakukan di tempat yang sudah disediakan, di puskesmas, maupun disambangi oleh petugas secara langsung.

“Bagi warga yang mudik, segera lapor ke RT/RW agar segera bisa di-swab antigen. Kami akan jemput bola dan swab di sini, sifatnya wajib, karena ada imbauan wali kota mengondisikan Depok yang sekarang hampir (zona) kuning jangan berubah lagi ke oranye,” jelas Imam.

Tahun depan mudah-mudahan sudah tidak ada Covid-19. Cuma kalau kondisi masih seperti sekarang, harap agar disiplin terhadap izin untuk pulang kampung agar bisa mengendalikan Covid-19.

Diketahui sebaran Covid-19 Jumat (20/5) dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, saat ini kasus positif bertambah 139 jiwa totalnya menjadi 48.790 jiwa. Pasien sembuh bertambah 166 jiwa, bila ditotal menjadi 46.856 jiwa. Sedangkan meninggal bertambah 1 jiwa, totalnya ada 939 jiwa. Dan pasien belum sembuh berkurang 28 jiwa, kini menjadi 995 jiwa.(daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar