Beranda Utama 16 RT Zona Oranye Dilarang Selenggarakan Salat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

16 RT Zona Oranye Dilarang Selenggarakan Salat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

0
16 RT Zona Oranye Dilarang Selenggarakan Salat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan
MONITORING : Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, saat memantau persiapan pelaksanaan Salat Idul Fitri, di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (12/5). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Masyarakat di 16 Rukun Tetangga (RT) berstatus Zona Oranye di Kota Depok, tidak diizinkan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid ataupun ruang terbuka. Ini merujuk Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 450/72/V-2021-Kesos mengenai Pengaturan Shalat Idul Fitri 1442 H.

Walikota Depok, Mohammad Idris menjelaskan saat ini, Kota Depok masih menyandang status Zona Risiko Sedang atau Zona Oranye. Dengan nol RT Zona Merah dan 16 RT Zona Oranye.

“RT Zona merah di Kota Depok ini 0, dan Oranye 16 RT. Berkenaan dengan hal tersebut, kami tidak memperkenankan pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid maupun lapangan di wilayah tersebut,” katanya kepada Radar Depok, Rabu (12/5).

Sementara, bagi wilayah Zona Resiko tingkat RT lainnya seperti kuning dan hijau, dirinya meminta DKM untuk membuat surat pernyataan komitmen memantau dan melaksanakan protokol kesehatan.

Dirinya juga meminta kepada camat dan lurah untuk memantau persiapan Salat Idul Fitri dan komitmen protokol kesehatan setiap panitia penyelenggara. “Mereka (panitia penyelenggara atau DKM) bertanggungjawab penuh dalam penerapan prokes saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro