etilang
TERTIB :  Suasana Jalan Raya Margonda tepat di titik ETLE, yang terlihat tertib tanpa adanya pengendara motor maupun mobil yang berhenti atau memarkir kendaraan di bahu jalan. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Ternyata pelanggar kendaraan roda empat atau mobil di Kota Depok masih tinggi. Kamis (27/5), berdasarkan data Polres Metro Kota Depok ada 2.000 pengendara yang telah melakukan pelanggaran sistem penilangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang sejak diterapkan.

Wakil Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKP Reza Hafiz Gumilang menerangkan, saat ini Lantas masih memiliki satu titik ETLE. Pelanggaran yang tercapture oleh ETLE Polrestro Depok saat ini adalah pelanggaran penggunaan sabuk pengaman dan penggunaan ponsel saat berkendara

“Semuanya mobil yang melanggar. Pelanggaran di dominasi tidak menggunakan sabuk pengaman serta menggunakan handphone. Tidak ada jam spesifikasi pelanggaran karena merata,” terangnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Kamis (27/5).

Dia menjelaskan, pelanggaran sabuk pengaman dikenakan Pasal 289 UU No 22 tahun 2009 dengan denda maksimal Rp250 ribu. Pelanggaran penggunaan ponsel dikenakan pasal 283 UU No 22 tahun 2009 dengan denda maksimal Rp750 ribu.

Terkait menindak pelanggar, Reza menerangkan, dari hasil capture kamera dikirim ke back offie. Nantinya, petugas akan memverifikasi apakah benar hasil capture tersebut merupakan pelanggaran atau tidak, kemudian mencocokan identitas kendaraan bermotor dengan data regident kendaraan bermotor.

“Kemudian cetak surat konfirmasi dan dikirim ke alamat sesuai identitas STNK. Masyarakat yang menerima surat konfirmasi dapat melakukan konfirmasi melalui website atau datang langsung ke posko gakkum ETLE Polrestro Metro Depok,” papar Reza.

Pengendara mengonfirmasi bahwa dirinya melanggar saat tercapture maka data akan diinput petugas dan diberikan kode briva untuk dapat membayar denda. Jika bukan pengendara melanggar, tapi mengetahui siapa yang melanggar, maka data pelanggar akan diinput dan kode briva dikirimkan kepada pelanggar.

“Jika kendaraan bukan milik pengendara, misalnya sudah dijual tapi belum balik nama, maka akan dilakukan pemblokiran STNK, nanti saat pengendara melakukan perpanjangan pajak atau balik nama di samsat akan diinfokan bahwa telah melakukan pelanggaran dan tercapture ETLE,” pungkasnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar