antigen
PEMERIKSAAN : Dinkes Kota Depok saat melakukan pemeriksaan Rapid Antigen kepada para pemudik, di Check Point Bojongsari, Senin (17/5). FOTO : PUTRI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah  Kota (Pemkot) Depok terus melacak pemudik yang lolos bisa pulang ke kampung halaman. Senin (17/5), berdasarkan data yang masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, terdapat 311 pemudik yang di rapid antigen. Dari ratusan pemudik, satu dinyatakan positif.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, sampai dengan hari ini pihaknya masih tetap melakukan update data terkait pemeriksaan rapid antigen. Berdasarkan data per 16 Mei 2021, sudah ada sebanyak 311 orang yang dilakukan pemeriksaan. “305 orang diperiksa di check point dan enam orang diperiksa di puskesmas. Rapid antigen ini gratis,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (17/5).

Lebih merinci dia menjelaskan, 305 orang diperiksa di dua titik check point yang telah disiapkan oleh Polres Depok. Dan untuk puskesmas, belum semua melakukan pemeriksaan antigen.

“Karena puskesmas masih menunggu pendataan dari kelurahan, sehingga belum semua melaksanakan. Namun, 38 puskesmas yang ada di Depok siap melakukan pemeriksaan Rapid Antigen bagi pemudik,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Limo, Winarni Naweng Triwulandari yang juga berjaga di check point Bojongsari mengatakan, para pemudik yang dilakukan Rapid Antigen rata-rata tidak menolak. “Alhamdulillah tidak ada yang menolak, walaupun ada yang tampak bete, namun setelah kami ajak ngobrol lama-lama cair,” ungkapnya singkat.

Wakil Ketua Harian III Satgas Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, terkait hasil Rapid Antigen pemudik telah diserahkan kepada Dinkes Kota Depok, dan Satgas Covid-19 nantinya akan menerima laporan. “Bagi masyarakat yang memang positif, sesuai dengan SOP, maka yang positif akan dilakukan PCR dan seterusnya,” tuturnya kepada Radar Depok.

Sri mengungkapkan, sampai dengan Senin (17/5) Kota Depok masih berada di zona oranye. “Kami sudah 17 minggu oranye terus,” bebernya.

Sampai dengan sekarang, Sri menjelaskan, belum ada lonjakan kasus pasca Hari Raya Idul Fitri, karena kasus per harinya masih di bawah 100. “Saya juga berharap tidak ada menambahan, dan mudah-mudahan akan terus melandai,” bebernya.

walikota rapat
RAPAT : Walikota Depok Mohammad Idris bersama Forkopimda mengikuti Pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia secara virtual. IST

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris bersama kepala daerah se-Indonesia mengikuti pengarahan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo secara virtual. Pada kegiatan tersebut Mohammad Idris juga didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok.

Idris menuturkan, kegiatan ini merupakan arahan lanjutan terkait perayaan Idul Fitri. Dalam arahan pasca Idul Fitri, Presiden RI mengingatkan kepada seluruh Kepala Daerah segera melakukan terobosan dalam pemulihan ekonomi, namun diimbangi dengan penuh kewaspadaan. “Menyeimbangkan dua hal ini membutuhkan kesabaran dan kerjasama semua pihak,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Kota Depok sudah melakukan berbagai upaya dalam peningkatan ekonomi dan percepatan penanganan Covid-19, khususnya pada perayaan Idul Fitri kemarin. Salah satunya, dengan melakukan pengetatan di tempat-tempat wisata dan pos-pos penyekatan yang ada di Kota Depok. “Kami tugaskan tim kesehatan di pos-pos itu, untuk melakukan pengecekan kesehatan secara acak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ucapnya, pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada kecamatan, kelurahan dan RT-RW, bagi pemudik yang ingin kembali ke Kota Depok dianjurkan membawa surat yang menyatakan bebas Covid-19. Atau minimal isolasi secara mandiri di rumah selama tiga hari. “Sebelum Idul Fitri, tren Covid-19 melandai di Kota Depok. Jadi harapannya kondisi ini dapat kita jaga,” pungkasnya.(dis/hmi/rd)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar