Atasi Macet Exit Tol
MACET: Kondisi lalulintas di Jalan raya Sawangan, exit tol Sawangan, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendesak pemerintah pusat untuk memberikan solusi kemacetan yang terjadi sejak adanya akses tol, terutama di Jalan Raya Sawangan.

Walikota Depok, Mohammad Idris berharap, ada bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan semua pihak, untuk melakukan intervensi penataan dan manajemen rekayasa lalu lintas di area sekitar gate tol.

Selain itu, pada saat jam sibuk kerja dan libur akhir pekan. Akses keluar masuk di exit tol berdampak kemacetan yang panjang.

“Sekarang bisa dirasakan gate tol di Kukusan, Brigif, Sawangan, ini sudah terjadi kemacetan yang tentunya menjadi perhatian kami,” tutur Idris kepada wartawan, Sabtu (29/5).

Maka itu, Idris meminta agar pemerintah pusat ikut turun tangan melakukan intervensi dengan mengimplementasikan rekomendasi tentang analisis dampak lalu lintas atau andal lalin di Kota Depok. “Semoga ini bisa terealisasi, sehingga lalu lintas lancar. Serta juga terbantu pergerakan mobilitas kegiatan masyarakat,” tandasnya.

Idris juga menjelaskan, penduduk di Kota Depok terus mengalami penambahan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kapasitas ruas jalan. Diketahui, saat ini berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk Kota Depok mencapai 2,4 juta jiwa. “Dengan kepadatan pendudukanannya 11.000 jiwa perkilometer,” sambungnya.

Bahkan, menurut Idris 60 persen warga Kota Depok bekerja di luar Kota Depok. Sedangkan sisanya, sekitar 40 persen bekerja di Jakarta, Bekasi, dan daerah lainnya. “Ini merupakan sebuah dinamika masyarakat, yang tentunya menyambut baik pembangunan jalan tol,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, sebenarnya Pemkot Depok telah mengusulkan terkait pelebaran jalan di Jalan Raya Sawangan serta jalan lainnya yang kena imbas dari jalan tol.

“Penyebab utama macet parah adalah karena akses tol. Sudah juga direncanakan oleh pusat,” tutur Dadan kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Dadan, ada beberapa hal yang membuat lambat proses pengerjaan pelebaran jalan, salah satunya adalah warga yang meminta harga tinggi dalam pembebasan lahan. Dadan meminta kepada masyarakat Sawangan, untuk bisa menyesuaikan dengan harga yang ada di pasaran. Terlebih lagi, di setiap pembebasan lahan memiliki tim apresial yang berfungsi untuk menilai harga tanah. “Jadi, mengikuti tim tanah independen,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR