Beranda Utama BPS : Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK

BPS : Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK

0
BPS : Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Berdasarkan catatan pengangguran di Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Jumlah ini naik dibandingkan dengan Februari 2020 yang sebanyak 6,93 juta.

Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan, pandemi virus Korona (Covid-19) menjadi penyebab kenaikan jumlah orang menganggur secara signifikan. Adapun jumlah pengangguran karena Covid-19 di Februari 2021 menjadi 1,62 juta.

“Turun 940 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2020. Tapi perlu diingat bahwa Februari tahun lalu belum ada Covid-19,” jelasnya.

Dari total penduduk yang tidak memiliki pekerjaan tersebut, yang paling dominan adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pola ini sama dengan tahun sebelumnya.

“Dari tamatan SMK masih merupakan (pengangguran) yang paling banyak dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 11,45%,” jelasnya.

Sementara itu pengangguran yang paling sedikit adalah mereka dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 3,13%. Ini juga tercermin dari angkatan kerja Indonesia yang didominasi oleh lulusan SD ke bawah.

Di posisi kedua, pengangguran terbanyak ada pada lulusan SMA dengan persentase 8,55%, lalu disusul oleh lulusan Universitas 6,97% dan lulusan Diploma I/II/III sebesar 6,61%.

Sedangkan, pengangguran dengan jumlah paling sedikit kedua ada pada lulusan SMP dengan persentase 5,87% di Februari 2021 ini. Turun dibandingkan Agustus 2020 yang 6,46% dan naik dari Februari 2020 yang sebesar 4,99%.

Dibandingkan Februari 2020, TPT hampir semua kategori pendidikan mengalami peningkatan kecuali untuk tamatan Diploma I/II/III yaitu turun sebesar 0,08%. Namun jika dibandingkan Agustus 2020 masing-masing kategori pendidikan mengalami penurunan seiring dengan turunnya TPT nasional. Penurunan TPT terbesar adalah pada tamatan SMK yaitu sebesar 2,1%. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya