Depok Waspada Banjir Kiriman
TERENDAM: Sejumlah anak dan pengendara saat melintas di Jalan Kampung Utan, Kecamatan Cipayung, yang terendam banjir akibat air kiriman dari Bogor, beberapa waktu lalu. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hujan yang terus mengguyur Kota Depok dan Bogor membuat Pintu Air Jembatan Panus berstatus siaga, dengan ketinggian air mencapai 260 sentimeter. Hal tersebut membuat sejumlah titik di Depok masih terendam banjir.

Penjaga Pintu Air Jembatan Panus Depok, Ardi Suwarno membenarkan hal tersebut, setelah ia berkoodinasi dengan penjaga bendungan Katulampa, Bogor. Dari data yang diperoleh, ketinggian Katulampa sekitar 30 sentimeter.

“Iya kami sudah koordinasi, dan memang di pintu air kami berstatus waspada. Kami selalu siaga di setiap lokasi untuk memantau terus perkembangan,” ungkapnya.

Diketahui status waspada masih terjadi pada Minggu (17/5) malam, sebab curah hujan masih terjadi. Hal ini yang membuat sejumlah titik di wilayah Kota Depok banjir. Salah satunya, Sawangan, Kampung Utan Cipayung, serta sepanjang pinggiran kali Ciliwung yang melintasi Depok.

Menurut Ardi, meningkatnya Titik Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Depok lantaran Kota Bogor diguyur hujan deras sejak sore hingga malam, yang mengakibatkan TMA mulai dari Kota Bogor mengarah ke Depok naik. Namun, status pada bendungan Katulampa masih normal.

“Aliran air dari Katulampa Bogor ke Ciliwung Depok bisa memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Kalau dari Depok ke Jakarta bisa memakan waktu lima sampai enam jam,” terangnya.

Hal ini membuat, petugas pintu air melakukan koordinasi dengan petugas maupun relawan yang bersiap di setiap titik pos pantau Ciliwung Depok, agar informasi terkait ketinggian air diketahui masyarakat.

“Koordinasi yang paling pertama kami lakukan dengan masyarakat dan teman lainnya. Ini memang sudah menjadi pekerjaan kami kalau ketinggian air kurang kondusif, langsung masyarakat terima informasi,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR