Dadang Wihana Beri Penjelasan
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok terus berupaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok, salah satunya pencegahan di kawasan perumahan. Di antaranya, gencar melakukan Testing, Tracing, dan Treatment (3T).

Selain itu, intens juga pengaktifan Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ), berkolaborasi bersama tiga pilar yang sangat efektif melakukan pencegahan dan penanganan.

“Forkopimda di bawah tiga pilar, saat ini zonasi PPKM mikro sangat baik. Dengan dibuktikannya zona oranye turun berubah menjadi zona kuning,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kepada Radar Depok, Senin (24/5).

Selain itu, Dadang menegaskan, saat ini belum ada klaster perumahan di Depok. Namun, jika memang ditemukan di suatu perumahan pasien positif Covid-19, maka pihaknya gencar melakukan 3T.

“Bahkan di Puskesmas sudah memiliki SOP. Saat ini belum ada klaster perumahan di Depok. Jika ditemukan kasus, maka langsung dilakukan 3T,” jelasnya.

Kemudian bila memang memerlukan perawatan, pasien nantinya akan dirawat di Rumah Sakit (RS). Saat ini RS di Kota Depok ketersediaannya sangat cukup.

“Dengan kapasitas 40 persen. Sementara yang Orang Tanpa Gejala (OTG) di Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang (PSJ) cukup terkendali,” bebernya.

Dadang menilai, strategi mengaktifkan KSTJ, menggencarkan 3T, menerapkan Iman dan Imun (2I), serta mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan (5M), sudah cukup baik.

“Berdasarkan hitungan, saat ini Kota Depok masih bertahan pada zona oranye atau penularan sedang,” tandasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR