M. Faizin PKB
Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin mengecam keras Pungli Bansos untuk masyarakat di saat pandemi Covid-19.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), M. Faizin menilai Kota Depok memiliki potensi luar biasa dan bisa seperti Kota Bandung, jika dapat memberdayakan pemuda, termasuk di dalamnya memberikan ruang serta fasilitas untuk berkarya.

“Saya melihat Depok memiliki potensi luar biasa, dengan jumlah pemuda yang cukup tinggi, SDM yang luarbiasa. Tapi, perlu tambahan fasilitas yang harus dipenuhi pemerintah kota maupun provinsi dan RI,” kata Faizin kepada Radar Depok.

Faizin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Depok mengatakan, setelah berdiskusi dengan sejumlah komunita , banyak yang mengeluh tidak adanya ruang disediakan Pemkot Depok untuk memfasilitasi mereka. Padahal, jika dipenuhi maka Depok bisa menjadi sentra kreatif atau sentra entrepeneur seperti Kota Bandung.

“Karena, identifikasi potensinya hampir sama. Ruang kreatif ini lah harus dibuka dan difasilitasi pemerintah,” paparnya.

Ia mengungkapkan, di sektor pariwisata yang saat ini marak dikembangkan pemerintah pusat pun harus ditangkap Pemkot Depok, yakni bagaimana memberdayakan pemuda Depok menjadi penggerak ekonomi. Sebab, jika link and macth antara industri pariwisata dan kepemudaan tersebut bisa dikombinasikan, Faizin meyakini pendapatan asli daerah (PAD) Kota Depok akan bertambah dari sektor ini.

“Masyarakat juga berdaya, terlebih saat ini Gubernur Jabar fokus untuk peningkatan pariwisata. Seperti revitalisasi situ, ini juga harus ditangkap, jangan sampai hanya ada fasilitasnya tapi SDM-nya tidak ada,” katanya.

Dari sini, lanjut Faizin, dapat memunculkan karakter atau kekhasan dari Depok, seperti kreasi atau produk unggulan tiap kecamatan yang bisa dimunculkan. Sehingga, kecamatan satu dengan lainnya berbeda.

Selain itu, banyaknya universitas di Depok perlu ditangkap menjadi sebuah peluang peningkatan PAD. Sebab, per semester atau tiga bulan sekali, orang tua dari mahasiswa daerah akan berkunjung menemui anaknya.

“Ini harus difasilitasi, jangan sampai diambil kota lain, otomatis, infrastruktur penunjangnya juga disiapkan. Paling mudah, itu menggerakan pemuda, karena tidak banyak biaya, tetapi produktivitasnya tinggi,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Faizin bersama Komisi IV DPRD Jabar akan concern dalam mengawal program pembangunan Jabar, agar fokus dan tidak ada pelanggaran yang bersinggungan dengan masalah hukum. “Kita harus kawal serius program pembangunan Jabar, agar fokus. Tidak boleh main-main atas janji pemerintah kepada rakyat,” tegas Faizin.

Ia melanjutkan, melihat dari serapan anggaran yang masih minim, hal ini menunjukan bahwa pemerintah belum maksimal dalam melayani kepentingan rakyat.

“APBD itu kan untuk melayani kepentingan rakyat, dalam hal ini pembangunan atau perbaikian infrastruktur, juga pembangunan non fisik, muaranya untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah