Juru Bicara TGTPPC Kota Depok, Dadang Wihana.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

RADARDEPOK.COM – Pekan ini ada data yang mencengangkan terkait pesebaran Covid-19 di Kota Depok. Berdasarkan perbandingan zonasi wilayah RT per 16 Mei 2021, Koto Depok nihil zona merah. Berbading seirama dengan zona hijau yang sebelumnya per 9 Mei ada 4.667 RT, kini bertambah menjadi 4.742 RT.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, pekan ini memang ada kenaikan zonasi RT yang hijau. Begitu juga zona merah yang sudah tidak ada di Kota Depok. Berdasarkan data satgas per 16 Mei, zona hijau ada 4.742 RT pekan sebelumnya 4.667. Kemudian zona kuning, sebanyak 541 RT sebelumnya 608 RT, zona oranye kini 8 RT padahal sebelumnya 16 RT.

“Zona merah sudah tidak ada, padahal pekan sebelumnya ada 1 RT yang masuk zona merah,” jelas Dadang kepada Radar Depok, Kamis (20/05).

Sementara, kata pria yang juga Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok ini, ada 9 kecamatan yang masih zona oranye. Ada 2 kecamatan :  Cinere dan Cimanggis yang masuk ke zona kuning. Bila dilihat dari data bisa diartikan pesebaran Covid-19 di Kota Depok masih landai. “Mudah-mudahan selepas mudik ini jumlah terpapar tidak ada dan tidak banyak, sehingga nantinya Kota Depok bisa masuk ke zona kuning. Saat ini masih Depok masih zona oranye,” bebernya.

Diketahui sebaran Covid-19 Kamis (20/5) dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, saat ini kasus positif bertambah 131 jiwa totalnya menjadi 48.651 jiwa. Pasien sembuh bertambah 83 jiwa, bila ditotal menjadi 46.690 jiwa. Sedangkan meninggal bertambah 1 jiwa, totalnya ada 938 jiwa. Dan pasien belum sembuh bertambah 45 jiwa, kini menjadi 1.023 jiwa.

Saat ini juga sudah 742 pemudik dites antigen di Kota Depok. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Depok yang disampaikan, Kamis (20/5). Dari jumlah itu, pemudik yang reaktif Covid-19 sekitar 1 persen. “Dari 742 yang diperiksa, 10 yang positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita.

Dia menyebutkan, jumlah itu didapat dari tes yang dilakukan di posko penyekatan di Cilangkap dan Bojongsari, ditambah dengan pemudik yang kembali melalui lingkungan masing-masing dan menjalani tes di puskesmas. “Kami tindaklanjuti. Kalau dia bergejala, (dirujuk) ke rumah sakit, kalau tidak bergejala ke Wisma Makara UI,” tambah Novarita.

Dia pun optimistis kapasitas rumah sakit yang tersedia di Depok cukup memadai, seandainya ditemukan lonjakan kasus Covid-19 selepas libur Lebaran 2021. Salah satu sebabnya, tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 saat ini terbilang cukup rendah. “Insha Allah cukup. Kami kan sebelumnya sudah antisipasi untuk peningkatan ketersediaan tempat tidur, keterpakaiannya baru 29 persen,” tandas Novarita.(rd)

 

Editor : Fahmi Akbar