santri zam zam kena korona
ILUSTRASI : Sejumlah santri Zam Zam Syifa Boarding School Depok saat melangsungkan upacara, di lingkungan sekolah yang berada di lantai 12 Tower Zam Zam, Jalan Margonda Raya.

RADARDEPOK.COM – Belajar tatap muka (BTM) yang rencananya diterapkan Juli mendatang harus difikir ulang, atau membuat aturan yang lebih ketat. Contohnya kemarin (2/5), sejak tiga pekan menggelar BTM, SMP Zam Zam Syifa malah menetaskan 18 siswanya positif Virus Korona (Covid-19). Diketahui, belajar secara langsung tersebut tidak diketahui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

“Saya justru belum tahu infonya soal sekolah tersebut,” katanya Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin kepada Radar Depok.

Padahal kejadian tersebut telah diketahui pihak sekolah sekitar satu minggu lalu. Namun, tidak ada upaya koordinasi ke pihak Dinas Pendidikan, sehingga jajaran Dinas tidak mengetahui.

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan, pembelajaran tatap muka mengacu pada SKB 4 Menteri Tentang Pesantren. “Iya kalau pesantren ada pengaturan di dalam SKB 4 Menteri tentang pesantren,” jelas Dadang.

Adapun isi dari SKB 4 Menteri Tentang Pesantren bahwa tahun ajaran 2020/2021 pada pesantren dimulai pada bulan Syawal tahun 1441 Hijriah, dan tahun ajaran 2020/2021 pada pendidikan keagamaan ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di masing-masing lembaga. “Iya makanya kita minta untuk di evaluasi. Kini mererka sedang evaluasi soal SKB 4 Menteri tersebut,” tegas Dadang.

Dia melanjutkan, para santri yang terpapar diduga akibat kurangnya penerapan protokol kesehatan. Kedua, banyak kegiatan yang keluar-masuk. Artinya, anak-anak boarding tapi pengajar atau mungkin catering dan pesan makan dari luar. “Itu yang tidak terkontrol. Bahkan ada beberapa pondok pesantren yang kurang kooperatif dengan satgas,” terangnya.

Di lokasi terpisah, Plt Kepala Sekolah SMP Zam Zam Syifa, Ustad Abadi Yusuph membenarkan, bahwa santri di tempatnya mengajar terpapar covid. “3 santri ada di rumah sakit karena terindikasi gejala sedang. Tapi perkembangannya semakin membaik,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Santri lainnya yang juga terpapar Covid-19, diantaranya 12 santri menjalani isolasi mandiri di lingkungan sekolah, dan tiga santri lainnya di bawa orang tua untuk menjalani pemulihan di rumah.

Hal ini tersebut baru di ketahui, setelah sekolah tersebut melangsungkan pembelajaran tatap muka selama tiga minggu terakhir. “Kami baru tahu sekitar seminggu lalu,” tambahnya.

Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kota Depok untuk melakukan langkah antisipasi, mulai dari penyemprotan, penelusuran, hingga isolasi mandiri.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Tengku Farida Rachmayanti mengucapkan rasa prihatin, atas 18 siswa di Zam Zam Asyifa Boarding School yang terpapar virus Korona (Covid-19).

Adapun, lanjut Farida, jika melihat dari aturan yang berlaku, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bagi pesantren terdapat empat persyaratan. Pertama lingkungan madrasah atau pesantren aman Covid-19. Kedua, tenaga pengajar aman dari paparan virus Korona. Ketiga, murid atau santrinya juga sehat dan aman dari Covid-19. Dan terakhir, pemberlakuan protokol kesehatan ketat.

“Maka dengan situasi ini pihak sekolah perlu menimbang kembali keputusan belajar tatap muka (BTM) demi keselamatan jiwa dan kesehatan fisik para santri,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (2/5).

Kedepan, dia berharap Dinas Pendidikan Kota Depok, agar sesegera mungkin memberikan arahan yang tepat kepada pihak sekolah, dalam hal ini Zam Zam Asyifa Boarding School. “Harapannya Satgas Covid-19 Kota Depok juga turut berperan, terutama masalah mitigasi para siswa,” tutupnya.(daf/arn)

Jurnalis : Daffa Syaifullah, Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar