kampung tematik duren seribu
TINJAU KAMPUNG : Lurah Duren Seribu, Suhendar (kiri) sedang bersantai di sebuah pendopo milik kampung tematik di wilayahnya. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DUREN SERIBU – Kelurahan Duren Seribu, di Kecamatan Bojongsari, memiliki berbagai inovasi dalam hal pelayanan kelurahan, juga inovasi setiap wilayah memiliki ciri khas masing-masing sehingg membuat perkampungan di setiap RW bisa menjadi lebih baik. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan kuat kelurahan tersebut keluar sebagai perwakilan Kecamatan Bojongsari, dalam ajang Lomba Kelurahan tingkat Kota Depok.

Kami membuat terobosan melalui pelayanan secara online. Meski sarana dan prasarana belum selesai, namun pelayanan tersebut sudah diuji coba. Bahkan inovasi lainnya mendirikan kampung tematik di setiap RW yang sudah dilakukan setahun lalu,” kata Lurah Duren Seribu, Suhendar, Rabu (26/5).

Dia mengungkapkan, keberadaan Kampung Tematik ini, bertujuan agar wilayah perkampungan di masing-masing RW memiliki ciri khas tersendiri, sehingga setiap kampung memiliki kelebihan menjadi tertata secara apik serta mendorong budaya kearipan lokal untuk meningkatkan nilai jual bagi kampung tersebut.

Kami ingin agar potensi budaya di sini menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Suhendar mencontohkan,i di lingkungan RW 01 memiliki ikon sebagai sentra ikan hias, karena di lingkungan tersebut banyak petani ikan hias, kemudian RW2 sebagai Kampung Kuliner, di lokasi ini ada bermacam rumah makan, bahkan sudah dikenal di kalangan masyarakat. Kemudian di RW3, dikenal kampung olahraga karena di lokasi tersebut terdapat stadion serta penghasil bibit olahraga sepak bola, kemudian RW4 dikenal sebagai kampung budaya dan wisata.

Di lokasi RW4 terdapat wisata herbal insani serta rumah budaya yang sudah dikenal tidak hanya oleh masyarakat Depok, tapi juga di luar Depok,” bebernya.

Selain itu, lanjut Suhendar, di RW5 dikenal sebagai kampung Go Green di kawasan Arco, kemudian RW6 dan RW7, sebagai Kampung Lanjut Usia, RW8 dikenal sebagai Kampung Anti Narkoba. Bahkan sudah dibentuk satgasnya.

Kemudian RW9, dikenal dengan kampung Lele, di lokasi ini terdapat para petani penghasil ikan Lele termasuk areal pertanian yang cukup luas, kemudian di RW 10 dan 11 merupakan kampung produktif dijadikan sebagai kampung Sakinah, Mawadah dan Warohmah (Samawa).

Jadi setiap kampung ini memiliki ciri khas sebagai Kampung Tematik yang bisa mengangkat nama Kelurahan Duren Seribu dan ini sudah launching sebelum mengikuti Lomba Kelurahan 2021,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro