Beranda Satelit Depok Duren Seribu Pamerkan Keunggulan Wilayah

Duren Seribu Pamerkan Keunggulan Wilayah

0
Duren Seribu Pamerkan Keunggulan Wilayah
BERPOTENSI : Suasana pengelolaan tambak lele di Kelurahan Duren Seribu yang mampu menghasilkan belasan ton ikan per hari. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DUREN SERIBU – Potensi perikanan, pariwisata, seni, dan budaya di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, menjadikan nilai tersendiri bagi kelurahan tersebut, dalam mengikuti Lomba Kelurahan Inovasi tingkat Kota Depok.

Tidak hanya potensi wilayah, dalam hal perekonomian warga dan pelayanan kelurahan juga memiliki keunggulan seperti program Sistem ekonomi produktif jelantah untuk lingkungan kita (Mpok Jelita), termasuk memberikan pelayanan digital Sistem pelayanan online (Si Pelo).

Kami siap menampilkan semua keunggulan yang ada di wilayah kami dalam lomba kelurahan ini,” kata Lurah Duren Seribu, Suhendar, Selasa (4/5).

Dia mengungkapkan, dalam perikanan, setiap harinya pelakau budidaya di sana bisa memanen 12 ton perhari ikan konsumsi, khususnya lele dari salah satu pengusaha, H. Usman. Areal empang untuk budidaya ikan lele mencapai sekitar 20 hektar.

Dari satu pengusaha tambak lele saja kami bisa meghasilkan 12 ton ikan lele dalam sehari,” bebernya.

Dari usaha tersebut, lanjut dia oleh pengusaha diciptakan petani plasma, sehingga para petani tersebut hanya pembesaran ikan lele. “Jadi para petani plasma ini merupakan warga di sini yang memiliki penghasilan dari hasil usaha ikan konsumsi,” ucapnya.

Di bidang pelayanan, dikatakannya, pihaknya juga melakukan inovasi yakni Sistem Pelayanan Online (Si Pelo) yang akan dilaunching pada Juni nanti. Sistem pelayanan ini, pemohon seperti pembuatan e-KTP tidak perlu datang ke kelurahan tetapi melalui online, setelah KTP jadi pihaknya menghubungi warga tersebut.

Kemudian untuk peningkatan perekonomian, lanjut dia, pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan limbah minyak goreng menjadi barang manfaat. Nama program ini Mpo Jelita (Sistem ekonomi produktif jelantah untuk lingkungan kita).

Minyak sisa ini merupakan sampah jika tidak dikelola dengan baik, melalui Mpo Jelita minyak ini menjadi bernilai ekonomis,” paparnya.

Selain itu, diungkapkannya, pariwisata seni dan budaya yang akan dibangun di sekitar RW4 kawasan herbal, di sana akan dibangun Gapura, rumah budaya lengkap dengan kesenian, sehingga kawasan itu menjadi pusat pariwasata seni dan budaya yang bekerjasama dengan Wahid Fondation. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro