Guru Depok galang donasi untuk palestina
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guru Kota Depok mengumpulkan donasi bagi Palestina. Donasi tersebut berisi kepada pejabat struktural dan staf, pengawas, pemilik, kepala sekolah, kepala lembaga, guru, tutor, instruktur, hingga tenaga kependidikan baik negeri maupun swasta, untuk berpartisipasi menggalang dana Peduli Palestina.

Donasi minimal Rp100 ribu per orang dan dikumpulkan oleh masing-masing kepala satuan pendidikan atau lembaga, kemudian disampaikan ke pengurus K3S/ormit negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin membenarkan adanya penggalangan donasi tersebut. Tujuan dari galang donasi adalah sebagai aksi kemanusiaan yang digagas Disdik dari hasil kesepakatan, mulai dari pejabat struktural, perwakilan, dan pengawasnya.

“Dalam aksi penggalangan dana ini memang disampaikan pakai batasan minimal, karena kami menyumbang atau memberikan bantuan ke suatu negara tidak mungkin Rp10 ribu, sehingga disepakati ada minimal Rp100 ribu,” ucap Thamrin kepada Radar Depok, saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/5).

Namun, Thamrin menegaskan, tidak memaksa guru untuk berdonasi. Jika ada yang keberatan pun tidak menjadi masalah. Donasi dikumpulkan melalui rekening dinas melalui koordinasi Eni Prihatini. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan melalui Yayasan Adara Relief Internasional, pada Selasa (25/5).

“Kami tidak serahkan sekarang, karena kondisinya sekarang sedang PJJ. Jadi saya minta batasan waktu sampai tanggal 24 Mei. Akan kami serahkan uang donasi yang terkumpul ini,” ungkapnya.

Donasi tersebut bukan bersifat wajib dan tidak ada potongan wajib. Dia menjelaskan jika ada yang tidak berdonasi tidak akan berpengaruh terhadap penilaian apapun. “Kami mulai menggagas aksi kemanusiaan ini, karena kami merasakan di sana sudah luar biasa butuh, dan berempati terhadap keadaan di sana. Jadi bukan keputusan dinas, tapi keputusan keluarga besar Disdik, baik itu pengawasnya, bidang SD, SMP dan TK semua sepakat ingin membuat aksi ini,” bebernya.

Thamrin meminta kepala sekolah untuk menyampaikan kepada para guru. Namun jika tidak mau juga tidak dipaksa. “Intinya kami mengajak kepala sekolah, lalu kepala sekolah mengajak guru untuk bergabung, karena dihimpun di masing-masing sekolah. Walaupun hanya Rp100 ribu InshaAllah uang ini penyejuk untuk Palestina,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu guru SD Kota Depok, Jujun Rosandi berpendapat bahwa aksi kali ini sangat mulia. Karena sebagai kaum pendidik, kegiatan kali ini merupakan realisasi dari teori yang dikampanyekan ke peserta didik. “Ini realisasi dari teori kami, bahwa menolong orang yang susah selain bernilai ibadah, nantinya Allah akan memberikan balasan kepada pelakunya,” tuturnya.

Menurutnya, dalam hadits Rasul, ada juga keterangan bahwa saudara muslim yang satu dengan lainnya seperti tubuh yang sama. “Jadi solidaritas itu wajib sebagai sesama, agar merasakan penderitaan seperti yang mereka rasakan,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR