abdul harris bobihoe
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe . FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Atas nama kemanusiaan, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerinda, Abdul Harris Bobihoe mendesak Israel dan Palestina segera melakukan gencatan senjata dan mengakhiri perang yang terjadi sejak 10 Mei 2021 lalu.

“Ini untuk melindungi warga sipil, Demi Allah, peperangan ini harus segera dihentikan,” kata Harris kepada Radar Depok, Kamis (20/05).

Harris yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Jabar ini mengungkapkan, sejak konflik terjadi pada 10 Mei, korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak terus bertambah, terutama korban warga sipil Palestina yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Dia mengungkapkan, hingga Rabu (19/5), serangan udara Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza telah menewaskan 221 orang. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat dari total tersebut, 63 korban adalah anak-anak dan 36 lainnya perempuan.

“Serangan udara terbaru Israel juga melukai beberapa warga Palestina, yang menjadikan total korban luka sejauh ini mencapai angka 1.507. Sementara di kubu Israel, serangan roket kelompok Hamas menewaskan 10 orang dengan dua di antaranya anak-anak. Jangan lanjutkan peperangan ini demi kemanusiaan,” geram Harris.

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini meminta agar pemerintah Indonesia mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera meminta agar kedua belah pihak yang bertikai agar segera melakukan gencatan senjata dan menghentikan semua tindak kekerasan.

“Semoga gencatan senjata dapat segera diwujudkan,” ujarnya,

Anggota dewan yang ramah dan murah senyum ini pun meminta seluruh komunitas internasional untuk terus mendesak Israel menghentikan aksi brutal terhadap warga Palestina, terutama yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsha.

“Kebebasan beragama dan beribadah itu menjadi hak semua umat manusia, Israel jangan abaikan hal itu. Saya rasa, mata seluruh dunia pun sudah terbuka dan berbagai komunitas dan warga terus mengecam aksi Israel, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia sebagai negara yang memiliki penganut Islam terbanyak di dunia, sampai di Amerika pun ada unjuk rasa menentang aksi brutal tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya pun meminta agar PBB dapat bertindak tegas dan melihat fakta di lapangan, serta memberikan sanksi keras untuk Israel. Kemudian, bersama-sama berkolaborasi mewujudkan negara Palestina merdeka.

“Ingat penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, itu amanat konstitusi Negara Republik Indonesia,” pungkas Harris. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah