Desita Rahmah Putri Entrepreneurship
EKSIS: Desita Rahmah Putri (kanan) bersama kakak dan rekannya saat berswafoto. FOTO: IST

Lebih Dekat dengan Desita Rahmah Putri (2)

RADARDEPOK.COM, Memulai suatu bisnis tak semudah yang dibayangkan. Jatuh dan gagal pernah dirasakan. Untuk tetap bertahan dan berkembang dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan finansial. Perlu ketekunan dan berani mengambil risiko.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Mengawali sebuah restoran dengan tema korean street food, bermula dari ajakan sang kakak Desita untuk menyantap hidangan asal negeri ginseng di sebuah tempat makan di bilangan Kota Purwokerto.

Desita sempat kaget, kota yang terkenal murah pada tiap jajanannya, ternyata ia menemukan di tempat itu sekali makan hampir menghabiskan kocek Rp500 ribu. Sejenak terlintas dipikirannya “Orang yang gajinya di bawah UMR gak bisa dong makan, makanan beginian?”.

Bermodalkan nekad, dia bersama kakaknya yang suka hal berciri khas Korea, dan jago membuat kuliner Korea memberanikan diri membangun sebuah rumah makan ala street food beratapkan sebuah tenda di bilangan Jakarta Timur, bernama Oseyo.

“Saya sebenarnya awal banget buka Oseyo itu bareng dua kakak saya yang lain. Jadi kami bertiga. Nah setelah jalan enam bulan, akhirnya pada bosan usaha dan milih kerja,” katanya.

Dari situ, Desita seorang diri mengambil kemudi usahanya, setelahnya merekrut beberapa karyawan. Masih muda dan kurangnya pengalaman mengelola usaha, membuat Oseyo terjun bebas. Hingga semua yang dia miliki habis tak bersisa. Baik untuk membayar pegawai maupun membeli bahan makanan di Januari 2020.

“Karena bangkrut. Akhirnya saya menyendiri di rumah. Saat itu Covid-19 sudah masuk ke Indonesia. Sempat stres karena gak bisa ngapa-ngapain. Terpuruk jadi orang gagal dan gak berguna. Selama itu saya mikir kesalahan saya dimana dan kenapa bisa terjadi kaya gini,” bebernya.

Memiliki latar belakang pendidikan tinggi jurusan perikanan, Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto, membawanya mencoba belajar ternak cacing sutra di kediamannya. Tetapi, itu semua tak berjalan mulus. Dan membuat semua cacing itu dibuangnya.

Orang tua Desita yang khawatir terhadap kondisi anaknya. Akhirnya memberi usulan untuk berjualan makanan Korea lewat jasa kirim. Karena bulan puasa, dia mengatur sistim open pre order. “Ternyata laku banget. Sehari tuh bisa sampe 100 porsi dan yang pesen sampai kemana-mana. Nah pas sudah ramai, mulai tuh kepercayaan diri saya muncul. Ngulik lagi kira-kira bisnis apa yang bisa dilakuin,” tuturnya.

Produk Barbeque From Home (BFH) jadi andalannya. Banyak pelanggan berdatangan maupun memenuhi panggilan digawainya yang tak berhenti berdering. Satu harinya bisa 10 paket lebih di hari biasa. Dan 15 paket pada saat weekend. Akhirnya kepercayaannya untuk berwirausaha meningkat lagi 100 persen. Orang tuanyalah yang mendukungnya dengan membantu menyewa lokasi berjualan.

“Di situ, akhirnya saya buka lagi cabang. Kali ini di Depok pasca PSBB total selesai di Juli 2020. Waktu itu hanya ada modal untuk beli bahan baku makanan Rp400 ribu. Awal-awal memang kurang ramai karena orang masih takut. Tapi terbantu dengan BFH ini dan ada beberapa yang mau makan ditempat juga,” ucapnya.

Lambat laun, memasuki bulan ketiga kebangkitan usahanya pada kuartal IV/2020. Hanya modal Rp400 ribu menjadi omset Rp50 juta. Akhirnya, Oseyo lama kelamaan terus meningkat profitnya, sampai bisa membuka lima cabang di tiga kota. Yaitu Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bandung. (bersambung)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR