vihara
KHUSYUK : Jemaat sedang khusyuk melaksanakan sembahyang memperingati hari Waisak, di Vihara Gayatri, Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos, Rabu (26/5). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM –  Jumlah jemaat di Vihara Gayatri, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Kota Depok, saat perayaan Hari Waisak 2565 Buddhist Era (BE) mengalami penurunan, Rabu (26/5). Yang biasanya bisa mencapai 500 jemaat kali ini hanya 150 hingga 200 jemaat saja.

Kapolresto Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar yang didampingi Dandim Kolonel inf Agus Isrok Mikroj menuturkan, pihaknya bersama dengan Mitra Polisi dan Mitra TNI, melakukan monitoring pelaksanaan ibadah Hari Waisak. “Untuk protokol kesehatan, dirasa ini masih bisa diatasi karena memang jemaat yang hadir tidak banyak dan vihara nya juga cukup luas,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (26/5).

Dia menambahkan, hari ini pihaknya melakukan monitoring kepada tiga vihara yang ada di Kota Depok dan dalam pelaksaannya semua dapat terkendali dengan aman.  “Kami rasa semua sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim J Sadjab menerangkan, pihak Polsek juga melakukan woro-woro, untuk mengingatkan masyarakat yang melaksanakan ibadah. Agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. “Kami juga mengadakan pemeriksaan swab antigen gratis yang disediakan untuk 200 pengunjung yang melaksanakan ibadah,” ujarnya.

Hingga pukul 12:00 WIB, ada 22 orang yang mengikuti pemeriksaan swab antigen yang disediakan secara gratis.  “Ada 22 orang, alhamdulillah semua hasilnya non reaktif dan bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk,” tegasnya.

Sementara, pengelola Vihara Gayatri, Dharmawan mengatakan, perayaan Waisak kali ini, memang terjadi penurunan jumlah jemaat yang hadir.  “Selain ada pembatasan, sejak pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan jemaat yang melakukan ibadah di Vihara Gayatri,” ucap Dharmawan.

Menurutnya, sebelum ada pandemi ketika hari-hari besar jemaat yang hadir bisa mencapai lebih dari 500 orang. Untuk pelaksanaan ibadah dimulai sejak hingga pukul 17:00 WIB. “Setelah pandemi, walaupun hari besar seperti saat ini jemaat yang melakukan ibadah hanya sekitar 150 hingga 200 orang saja,” bebernya.

Dalam pelaksanaan ibadah juga tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak terjadi kerumunan.  “Karena memang ibadah yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dan setelah ibadah mereka langsung pulang. Sehingga, tidak ada kerumunan,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar