Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto
Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto

RADARDEPOK.COM – Setelah kasus dugaan Korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, ke Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok. Jumat (21/05), Korps Adhyaksa mulai menyusun nama-nama siapa saja yang akan dipanggil menjadi saksi.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menyebut, perkara kasus dugaan korupsi pada Dinas Damkar dalam tahap penyusunan pemanggilan saksi, dan melakukan inventarisir seluruh barang bukti pada perkara tersebut.

“Pidsus masih menyusun nama-nama siapa yang akan dipanggil, apa ada nama yang sama, kami di intel kemarin memanggil hampir 60 orangan,” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (21/05).

Saat ini juga, kata Herlangga, pihak Pidsus sedang menginventarisir seluruh barang bukti yang telah dikumpulkan Intelejen. Baik itu dokumen, barang bukti, BAP yang diterima dari Seksi Intelijen. Hal ini tentunya untuk memaksimalkan kinerja Pidsus.

“Semua masih proses, Pidsus juga miliki pekerjaan lain. Jadi masyarakat Depok mohon bersabar biar perkara ini bisa berjalan maksimal,” katanya.

Selama ditangani Seksi Intelijen sekitar satu bulan, Herlangga menyimpulkan adanya dugaan Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) dalam kasus Damkar ini. Hingga akhirnya melimpahkan berkas, dokumen, data dan kesimpulan pada selasa (18/05) lalu.

“Kami menduga ada tindak PMH, sehingga nanti data dan dokumen yang masuk akan dikembangkan dan didalami oleh Pidsus nantinya,” ucap Herlangga.

Dia memastikan Kejaksaan akan bertindak profesional serta transparansi dalam proses pengungkapan dugaan korupsi di tubuh Dinas Damkar. (arn/rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar