Kasi Intel Kejari Herlangga Beri Penjelasan
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto. FOTO: DOK. RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Babak lanjutan perkara dugaan korupsi yang terjadi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, kini Tim Jaksa Penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok memeriksa sepuluh orang saksi untuk mendalami perkara tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menerangkan, semua yang dipanggil tentunya untuk terus melakukan penelusuran dugaan tindak pidana belanja sepatu, Pakaian Dinas Lapangan (PDL) pada Dinas Damkar.

“Itu anggaran tahun 2017 hingga 2019. Saksi yang diperiksa terdiri dari tujuh penyedia dan tiga honorer Damkar,” terang Herlangga dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Senin (24/5).

Diketahui, saksi yang diperiksa antara lain HDAH Direktur CV. Wahana Cahaya Sakti, RF Direktur CV. Bina Mandiri Global, IS Direktur CV. Giverindo Utama, YAB Penyedia, ASY dari CV. Ega Cipta Kreasi,  HE Direktur CV. Aditya, SH Penyedia, AR Juru Padam Pos Cimanggis,  ATS  Juru Padam Pos Cimanggis, R Juru Padam Pos Cimanggis.

Herlangga menegaskan kepada seluruh pihak, terutama masyarakat Kota Depok, sejak awal hingga dilimpahkan berkas dan seluruh bukti dari Seksi Intelijen ke Seksi Pidsus, Kejari  selalu bekerja profesional serta transparan.

“Kami pasti akan menjalankan ini secara profesional. Itu harus diingat seluruh pihak,” tegas Herlangga.

Diketahui, Seksi Intelijen sejauh ini menemukan adanya dugaan tindakan melawan hukum yang terjadi pada perkara dugaan korupsi Dinas Damkar.

Sebelumnya, Korps Adhyaksa mulai menyusun nama-nama siapa saja yang dipanggil menjadi saksi. Perkara dugaan korupsi pada Dinas Damkar dalam tahap penyusunan pemanggilan saksi, dan melakukan inventarisir seluruh barang bukti pada perkara tersebut.

Selain itu, Pidsus juga sedang menginventarisir seluruh barang bukti yang telah dikumpulkan Intelijen. Baik itu dokumen, barang bukti, BAP yang diterima dari Seksi Intelijen. Hal tersebut tentunya untuk memaksimalkan kinerja Pidsus.

Pidsus Kejari Depok juga sebelumnya telah memanggil para saksi yang merupakan pegawai honorer Damkar Depok.

Seperti diketahui, awal mula dugaan korupsi di kalangan internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi, salah satu anggota Damkar Depok membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan ‘Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!’.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi. Kejari Depok terus menyelidiki dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Depok. Kejari menyebut telah mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan korupsi sepatu Damkar tersebut sejak Maret. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR