Beranda Utama Kekaisaran Sunda Nusantara Hanya Halu, Panglima Asal Kemirimuka Sudah Undur Diri

Kekaisaran Sunda Nusantara Hanya Halu, Panglima Asal Kemirimuka Sudah Undur Diri

0
Kekaisaran Sunda Nusantara Hanya Halu, Panglima Asal Kemirimuka Sudah Undur Diri
KLARIFIKASI : Kapolsek Beji, Kompol Agus Khaeron sedang melakukan klarifikasi dengan pimpinan Kaisar Sunda Nusantara, Alex Ahmad Hadi Nanggala. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Lagi – lagi Kota Depok, kembali menjadi perbincangan kalayak ramai tanah air. Setelah sebelumnya ada kasus Imam Mahdi dan yang tak kalah heboh babi ngepet, kini isu yang tak kalah hangat nan menarik pun kembali menerpa Depok.

Kali ini, Depok disoroti lantaran seorang warga RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, bernama Alex Ahmad Hadi Nanggala. Yang diyakini sebagai pemimpin sebuah negara fiksi bernama Kekaisaran Sunda Nusantara. Akan tetapi, tidak lama setelah ramai jadi perbincangan publik, Alex mengaku sudah mundur dari kepengurusan Kekaisaran Sunda Nusantara. Alex mengaku mundur sejak 5 Mei kemarin. Namun dia tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

“Saya mundur dari kepengurusan Sunda Nusantara. Saya mundur sudah per tanggal 5 Mei kemarin,” kata Alex di kediamannya, Jumat (7/5).

Alex juga sudah memberitahu kepada anggotanya yang lain perihal pengunduran dirinya itu. Alex pun mengaku tidak memiliki harta apapun. “Saya sudah bilang sama anak-anak saya mundur dari kekaisaran. Saya enggak punya apa-apa,” akunya.

Di kekaisaran itu, Alex mengaku sebagai Ketua Majelis Agung Massa. Selain itu Alex juga rangkap jabatan sebagai Ketua Mahkamah Hukum dan Undang-Undang. Dia memiliki bawahan dengan jabatan Brigjen Massa. “Saya Ketua Majelis Agung Massa. Saya juga merangkap sebagai Ketua Mahkamah Hukum dan Undang-Undang,” bebernya.

Dalam struktur kepengurusan, Alex memiliki beberapa anggota yang aktif dan tidak aktif. Yang terdaftar aktif antara lain Rusdi, Rudi dan Sarjito. Sedangkan yang lain adalah anggota tidak aktif. “Cuma tiga (anggota yang aktif) yaitu Rusdi, Rudi dan Sarjito,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai  surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup, Alex mengakui jika yang menerbitkan adalah Yosef. Kini Yosef adalah anggota nonaktif. “Itu Yosef, karena ini kan bagian dari sistem,” ungkapnya.

Kekaisaran Sunda Nusantara kata Alex berdiri tahun 2013. Dan sejak 5 Mei kemarin dirinya mengaku sudah undur diri. “Jangan diperpanjang lagi,” tegasnya.

Sementara itu Anak pertama Alex, Alvi (27) membenarkan, ayahnya sudah keluar dari Kekaisaran Sunda Nusantara sejak tahun lalu. “Itu dari tahun kemarin dia  sudah nggak ikut dalam Kekaisaran Sunda Nusantara. Iya berhenti sejak 2020, itu dia katanya sudah males ikut gitu-gituan,” ujar Alvi.

Alvi menjelaskan, Alex berhenti mengikuti Kekaisaran Sunda Nusantara karena menganggap perkumpulan tersebut tidak baik. Namun Alvi mengaku tidak mengerti apa perbuatan yang dinilai tidak baik itu.

“Karena apa ya, karena banyakan temannya tuh manfaatin itu buat yang kurang baiklah. Dari situ dia sudah nggak ikut-ikutan. Dia mikir karena dia orang pendidikan juga, jadi dia pikir, Wah ini nggak baik ternyata. Dia keluar, itu baru semalam orang tua saya cerita sama saya, pas saya pulang,” jelasnya.

Alvi pun mengaku, tidak mengerti apa itu Kekaisaran Sunda Nusantara. Dia juga menyebut ada beberapa pihak yang tidak senang ayahnya keluar dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

“Ternyata pas habis saya kulik-kulik lagi tanya ke orang tua, dari kayak pertanyaan anak ke orang tua gitu, ternyata dia  sudah lama sebenarnya, sudah nggak terlibat gitu-gituan. Cuma ada beberapa temannya yang kurang senang gitu, kurang senang dia keluar, karena ayah saya kayak dituain, gitu,” terangnya.

Selain itu, Alvi mengaku pernah melihat teman ayahnya datang ke kediamannya dengan memakai atribut-atribut Kekaisaran Sunda Nusantara. Atribut itu terpasang di kendaraan teman ayahnya, atau seperti di pelat kendaraan Rusdi Karepesina.

“Itu kayak di mobil yang ditilang itu, kayak gitu. Saya nggak pernah lihat atribut Kekaisaran Sunda Nusantara di pakaian atau apa ya, saya lihatnya paling, apaan sih mobil stiker-stiker gini, gitu,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda di Kelurahan Kemirimuka, Friansyah mengungkapkan, sosok Alex di mata warga Kemririmuka, merupakan sosok yang tidak begitu dekat dengan warga. Hal ini lantaran warga menganggap Alex memiliki gangguan kejiwaan. “Warga gak ada yang nemenin dan nganggap dia stres, karena  kerap berbicara seperti orang mengkhayal ingin mensejahterakan rakyat Indonesia,” bebernya.

Dia menjelaskan, Alex diketahui sudah tinggal di sana selama lebih dari 25 tahun. Alex menumpang di rumah mertuanya dan tinggal bersama istri dan dua orang anaknya.

“Setau saya dia selama ini hanya pengangguran aja,” bebernya.

Terkait Sunda Nusantara yang kini menjadi perbincangan hangat, Kapolsek Beji Kompol Agus Khaeron menuturkan, telah bertemu dengan Alex Ahmad Hadi, Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, di kediamannya di Jalan Ciliwung, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

“Tidak jelas, itu hanya halusinasi dan tak jauh beda dengan Sunda Empire,” terangnya kepada Radar Depok, Jumat (7/5).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, Alex memang tidak nyambung saat diajak berbicara. Dan menurut tetangganya bahwa yang bersangkutan memiliki gangguan jiwa. “Saat ditanya motifnya, dia bilang katanya mau ngembaliin uangnya sultan ke Indonesia, ditanya duitnya dimana juga dia tidak tahu,” jelasnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini juga sebenarnya tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh Sunda Nusantara tersebut. “Anggotanya hanya ada empat orang dan tidak ada yang berdomisili di Kota Depok,” tutur Agus Khaeron.

Namun, saat ini pihak kepolisian juga belum bisa mengambil langkah lebih lanjut, dan masih terus melakukan pemantauan.

“Masih kita pantau, walaupun kata tetangganya orang tersebut memiliki gangguan kejiwaan, tetapi kan itu bukan wewenang kami mengatakan seperi itu dan hanya bisa di vonis oleh dokter. Yang jelas kami tidak diam saja, dan terus memantau,” tandasnya. (rd/tul/dra)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah, Indra Abertnego Siregar 

Editor : Fahmi Akbar