beasiswa ke oxford
Universitas Oxford.

RADARDEPOK.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) bekerja sama dengan Universitas Oxford membuka beasiswa untuk S2 dan S3 dokter.

Dana beasiswa tersebut, terdiri dari biaya pendidikan, biaya hidup, dan biaya transportasi (tiket pesawat PP).

Berdasarkan penjelasan laman resmi Ditjen Dikti, beasiswa ditujukan untuk 10 mahasiswa dari fakultas kedokteran di Indonesia. Peserta paling lambat mengirim pada 4 Juni 2021 untuk program S2 dan 2 Juli 2021 untuk program S3.

Ada dua tahapan untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut, pertama adalah pengiriman dokumen dan kedua evaluasi dari pihak Universitas Oxford.

“Jika berdasarkan hasil evaluasi awal kandidat berpotensi diterima, selanjutnya akan dibantu oleh University of Oxford untuk menyelesaikan proses lamaran lengkap dan berkomunikasi dengan para dosen di Oxford untuk membahas proposal riset yang diusulkan. Jika kandidat telah menerima LoA, selanjutnya dapat melakukan registrasi langsung melalui Ditjen Dikti (tidak melalui proses Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia/PTUD LPDP),” bunyi keterangan tersebut.

Beasiswa ke Universitas Oxford Inggris:

Tahap Seleksi Kandidat I

Syarat dokumen:

1. IELTS 7.0 / TOEFL PBT 600 / TOEFL iBT 100
2. IPK > 3.5 (S1/S2/Dokter Spesialis)
3. Portfolio publikasi terkait riset
4. Proposal riset ATAU Statement of Interest (untuk proyek penelitian yang sudah
berjalan)
5. Letter of motivation / letter of intent
Dokumen dikirimkan ke tiap koordinator dengan subject email : Oxford Postgraduate
Scholarship-Kemdikbudristek 2021

Tahap Seleksi Kandidat II

Wawancara verifikasi informasi secara daring oleh tiap koordinator FK

Tahap pengusulan hasil seleksi kandidat

– Koordinator FK akan menyeleksi shortlisted candidates dari seluruh FK untuk mendapatkan 80 – 100 kandidat untuk program S2 dan S3
– Ditjen Dikti akan mengusulkan shortlisted candidates kepada pihak Oxford untuk proses evaluasi awal
– Jika berdasarkan hasil evaluasi awal kandidat berpotensi diterima, selanjutnya akan dibantu oleh pihak Oxford dalam menyelesaikan proses lamaran lengkap dan mendapatkan akses untuk berkomunikasi dengan para dosen di Oxford untuk membahas proposal riset yang diusulkan.
– Jika kandidat menerima LoA, kandidat dapat melakukan registrasi langsung melalui Ditjen Dikti (tidak melalui proses Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia/PTUD LPDP). (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya