Beranda Utama Pasokan Listrik Gaza Dibatasi Israel, Lima Jam Sehari

Pasokan Listrik Gaza Dibatasi Israel, Lima Jam Sehari

0
Pasokan Listrik Gaza Dibatasi Israel, Lima Jam Sehari
Jalur Gaza, Palestina porak porandah diserang Israel.

RADARDEPOK.COM – Jalur Gaza akan kehabisan bahan bakar untuk generator listrik pada Minggu (16/05). Hal itu disampaikan seorang pejabat pertahanan Israel.

Mengutip Times of Israel, pejabat tersebut mengatakan awalnya Gaza memiliki pasokan listrik setidaknya 16 jam perhari. Namun, seiring dengan memanasnya pertempuran Israel-Palestina, maka di Gaza hanya memliliki listrik lima jam perhari.

Kondisi ini disebabkan oleh penutupan jalur penerimaan bahan bakar Gaza di Karem Shalom oleh Israel. Menurut penghubung militer Israel dengan Palestina, roket Hamas juga merusak saluran listrik dan memutus aliran listrik bagi lebih dari 230 ribu warga Gaza.

“Roket Hamas merusak saluran listrik di pihak Israel (menuju ke Gaza),” kata seorang pejabat keamanan lainnya.

Pada Kamis (13/05), Israel dan Hamas memasuki hari keempat sejak aksi saling serang di antara kedua mencuat. Total lebih dari 1.700 roket dan mortir telah ditembakkan ke Israel sejak Senin (10/05).

Israel pun menyerang balik dengan menargetkan ratusan situs di seluruh daerah kantong pantai di Gaza yang dikuasai oleh Hamas. Menurut pejabat keamanan itu, tiga dari empat turbin yang biasanya dijalankan pembangkit listrik Hamas saat ini tidak berfungsi karena kekurangan bahan bakar.

Perusahaan listrik Gaza segera menutup salah satu dari empat turbin tersebut, untuk menghemat bahan bakar. Selain listrik, pasokan air di Gaza juga turut terdampak konflik. Pejabat tersebut mengatakan penduduk di Gaza hanya mendapat aliran air dua hari sekali.

Penghubung militer Israel dengan Palestina, COGAT menambahkan bahwa Hamas telah menonaktifkan pabrik desalinasi Gaza dan memutus pasokan air bagi 250 ribu penduduk di sana.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa kekurangan listrik dan air yang mengalir dapat berdampak pada sistem perawatan kesehatan Gaza yang sudah rapuh.

“Ini akan berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan kesehatan masyarakat kita,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Hamas, Ashraf al-Qidra.

Kementerian Kesehatan mengatakan 103 orang tewas sejak pertempuran antara Israel-Palestina. Di antara korban tewas termasuk 27 anak-anak. Dan 530 korban lainnya terluka.

Israel mengklaim sebagian besar korban jiwa adalah anggota kelompok teror atau korban roket Hamas.

Kelompok hak asasi Manusia Palestina, Defense for Children menyebutkan, beberapa warga sipil terbunuh oleh roket Hamas yang jatuh di Gaza, bukan oleh serangan Israel. Meski begitu, Defense for Children mengklaim setidaknya beberapa dari anak-anak itu dibunuh oleh Israel.

Jihad Islam Palestina mengkonfirmasi kematian tujuh anggotanya dalam insiden itu. Sementara Hamas mengakui bahwa seorang komandan tertinggi dan beberapa anggota lainnya tewas. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya