Beranda Metropolis Pegawai PN Depok Dilarang Mudik

Pegawai PN Depok Dilarang Mudik

0
Pegawai PN Depok Dilarang Mudik
RAPAT RUTIN: Ketua Pengadilan Negeri Depok, Syamsul Arief saat memimpin rapat bulanan yang di hadiri pegawai PN Depok, di ruang sidang chakra, Kawasan Boulevard GDC. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seluruh hakim serta pegawai yang berada di tubuh Kantor Pengadilan Depok dilarang melakukan perjalanan mudik, selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini sampaikan langsung Ketua PN Depok, Syamsul Arief, Kamis (6/5).

Hal tersebut, berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah, selama 6-17 Mei 2021.

Disampaikannya, melalui surat edaran tersebut, pemerintah dengan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran tahun ini, tentunya ini bentuk upaya melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19.

“Larangan ini berlaku untuk semua transportasi, baik darat, laut, dan udara. Kita harus mendukung upaya pemerintah dalam upaya pencegahan. Jadi wajib ditaati instruksi pusat,” ungkap Syamsul.

Ia menjelaskan, berdasarkan fakta yang ada, pemerintah mencoba belajar dari pengalaman dan berusaha merancang kebijakan dengan prinsip mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

“Sehingga ditetapkan adanya peniadaan mobilitas mudik sementara yang waktunya telah disepakati bersama,” kata Syamsul.

Aturan larangan mudik Lebaran, lanjut Syamsul, tertuang dalam Surat edaran mudik Lebaran 2021. Surat itu merupakan adendum SE 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah, dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan.

“Pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran 2021. Hal itu dilakukan guna menekan penularan virus Covid-19. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Makanya saya tegas mengatakan untuk melarang mudik seluruh pegawai,” pungkasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR