jokowi
WISATA: Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji saat memberikan sambutan dalam pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Studio Alam TVRI, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (20/05).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata yang unggul dan berdaya saing, terutama di era pandemi Covid-19,  Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji berkolaborasi dengan Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan Gerakan Sadar Wisata Destinasi Wisata Alam Kota Depok.

Agenda yang ditujukan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Kerja (Pokja) Situ, pengelola serta pelaku pariwisata di Kota Depok ini dilaksanakan di Studio Alam TVRI, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (20/05).

“Kegiatan ini sebagai upaya akselerasi implementasi adaptasi kebiasaan baru di masa pandemic dan era new normal bagi masyarakat pelaku pariwisata di Kota Depok,” kata Nuroji kepada Radar Depok.

PELATIHAN : Peserta pelatihan berfoto usai mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Studio Alam TVRI, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (20/05). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Depok ini mengungkapkan, peserta diberi materi tentang kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan (Clean, Health, Safety dan Enveroncment /CHSE) sapta pesona dan pengelolaan sampah serta simulasi/praktek di sekitar destinasi wisata.

“Jadi di pandemi ini, kami memberikan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) itu yang kami sosialisasikan ke masyarakat, terutama para pelaku industri pariwisata. Agenda ini juga pernah dilakukan di Situ Pengasinan sebelum pandemi,” tutur Nuroji.

Dengan BISA, Nuroji melanjutkan, masyarakat tidak ragu untuk datang ke destinasi wisata di Kota Depok, karena tempatnya sudah bersih, indah, sehat dan aman.

“Selama pandemi industri pariwisata terjun bebas, seperti di Bali saja, 99 persen minus pertumbuhannya. Di Depok pun sangat terasa, dengan tutupnya restoran, mall dan tempat pariwisata. Dampaknya kan ke tenaga kerjanya,” ujarnya.

Nuroji mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini pelaku pariwisata dapat menerapkan BISA sehingga masyarakat tidak khawatir tertular saat berkunjung ke tempat mereka, dan sektor pariwisata dapat bangkit serta ekonomi nasional dapat tumbuh.

“Di era pandemi ini, memang yang utama adalah protokol kesehatan, yakni 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi sosial),” pungkas Nuroji. (cky)

 

Materi Pelatihan

  • Kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan (CHSE)
  • Sapta pesona dan pengelolaan sampah
  • Simulasi/praktek di sekitar destinasi wisata.

 

 

Editor : Ricky Juliansyah