raya sawangan
YANG DIBEBASKAN : Inilah Jalan Raya Sawangan yang rencananya akan dibebaskan tapi terkendala dengan pembeasan lahan. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok diam-diam sudah mengusulkan terkait pelebaran jalan di Jalan Raya Sawangan, yang selama ini memang terkenal dengan macetnya. Namun, siapa sangka ternyata penyebab lambatnya proses pelebaran berasal dari pembebasan lahan. Warga yang miliki lahan meminta harga tinggi dalam proses lelang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, Pemkot Depok sudah merencanakan pelebaran jalan. “Penyebab utama macet parah adalah karena akses tol. Sudah juga direncanakan oleh pusat,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (27/5).

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan, pelebaran jalan nantinya akan dibuat dari akses tol ke arah Parung Bingung, dan dari akses tol ke arah Mampang.

Namun, menurut informasi yang Dadan terima, pihak pusat memiliki kendala dalam proses pelelangannya. Masyarakat yang memiliki lahan meminta harga di atas rata-rata. “Sekitar Rp30 juta pemilik lahan minta per meternya. Jadi, prosesnya sedikit terhambat,” sambungnya.

Dadan meminta kepada masyarakat Sawangan, untuk bisa menyesuaikan dengan harga yang ada di pasaran. Terlebih lagi, di setiap pembebasan lahan memiliki tim apresial yang berfungsi untuk menilai harga tanah. “Jadi, mengikuti tim tanah independen,” ujarnya.

Sementara, salah satu pemilik lahan di Jalan Raya Sawangan, Himawan S mengaku, naiknya harga tanah di sepanjang Jalan Sawangan Raya akibat adanya tol. Jadi hampir semua pemilik lahan menaikan harga tanah. Memang sebelum ada tol bisa di harga Rp8-Rp14 juta per meter. Tapi kini, harganya naik drastis. “Kalau saya menjualnya Rp26 juta permeter. Realistislah yah,” jelasnya singkat.

Terpisah, salah satu pengendara yang melewati Jalan Raya Sawangan, Udin N mengatakan, memang sudah seharusnya dilakukan pelebaran jalan, agar macet bisa terurai. “Kalau tidak ada pelebaran, kendaraan semakin banyak terus menerus, akan membuat semakin macet,” ujar Udin.

Dia menjelaskan, perkara harga tanah yang tidak sesuai dengan permintaan warga dan pihak pusat, pasti akan bisa diselesaikan. “Harus ada titik temunya, tidak bisa egois sendiri. Lagipula untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkas warga Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas ini.(dis/rd)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar