Beranda Utama Pemkot Atur Syarat Non Mudik, Masuk Depok Dikarantina 3 Hari

Pemkot Atur Syarat Non Mudik, Masuk Depok Dikarantina 3 Hari

0
Pemkot Atur Syarat Non Mudik, Masuk Depok Dikarantina 3 Hari
RAKOR: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Forkopimda melakukan rapat koordinasi bersama Kemendagri terkait penegakan disiplin Prokes dan Penanganan Covid-19 secara daring, di Balaikota Depok, Senin (3/5). IST

RADARDEPOK.COM – Warga Depok harus tahu ini kalau mau memaksakan pulang kampung atau mudik. Dalam surat ederan (SE) Walikota Nomor 443/201.1-Huk/Satgas dijelaskan banyak syarat yang harus ditempuh bila ingin keluar kota dan provinsi, pada 6-17 Mei medatang. Isi surat tersebut mematikan warga wajib mengantongi Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM), itu pun dalam situasi mendesak. Pun sebaliknya, saat datang ke Depok warga wajib isolasi mandiri (karantina) selama tiga hari.

Kepastian itu jabarkan Walikota Depok, Mohammad Idris selepas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor), terkait penegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah secara daring.

Idris mengatakan, pada kali ini Kemendagri memberikan arahan terkait data, untuk kewaspadaan pengetatan masalah Prokes. “Intinya terdapat arahan kepada kami, untuk kewaspadaan pengetatan masalah prokes,” tuturnya selesai Rakor bersama Kemendagri, di Balaikota (3/5).

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Depok menjelang Hari Raya Idul Fitri adalah menerbikan beberapa Surat Edaran (SE) terkait Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya SE Walikota Nomor 443/201.1-Huk/Satgas tentang Pengendalian mobilitas penduduk selama masa sebelum peniadaan mudik, pada masa peniadaan mudik dan setelah masa peniadaan mudik dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam SE tersebut, bagi warga Kota Depok yang memiliki kepentingan mendesak untuk keluar kota pada masa larangan mudik lebaran 6 sampai 17 Mei 2021, harus mengantongi Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM).

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dikecualikan dari kebijakan peniadaan mudik, yang akan ke luar wilayah Depok, bentuk dispensasi diberikan dengan SDKM yang dikeluarkan oleh Lurah setempat, dengan format sebagaimana terlampir dalam SE,” ujarnya.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dikecualikan dari kebijakan peniadaan mudik, yang akan masuk ke wilayah Kota Depok, wajib menunjukkan SDKM yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang dari daerah asal.

“Selanjutnya melapor diri kepada RT/RW/Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) yang dituju dan melakukan isolasi mandiri minimal tiga hari,” ujarnya.

Dalam pengajuan SDKM, warga Depok harus mengisi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, NIK, alamat, serta tanggal dan alamat tujuan perjalanan. Warga juga harus memilih salah satu dari alasan perjalanan, yaitu untuk kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, hamil atau kepentingan persalinan, atau juga pelaku perjalanan dengan ketentuan nonmudik lainnya.

Permohonan SDKM wajib melampirkan data dukung yang otentik dan bisa dipertanggungjawabkan soal alasan perjalanan. Guna mengendalikan mobilitas penduduk, dibentuk juga posko penyekatan dan posko multifungsi di beberapa titik yang berpotensi terjadinya pergerakan orang.

Kemudian terkait protokol aktivitas warga di tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan selama masa cuti Hari Raya Idul Fitr. Kegiatan di tempat pariwisata dan wahana keluarga, jumlah pengunjungnya dibatasi paling banyak 20 persen. “Sedangkan kegiatan di pusat perbelanjaan dan bioskop jumlah pengunjung paling banyak 30 persen dari kapasitas,” bebernya.

Sementara, Lurah Meruyung, Lukman Zaelani mengaku, siap menjalankan SE yang telah diedarkan. Dia juga akan selektif dalam mengeluarkan SKDM. Bisa saja, warga akal-akal mau mudik mengaku saudaranya sakit. “Saya siap selektif dalam mengeluarkan SKDM. Tidak mau kecolongan,” singkatnya.

Terpisah, Ketua RW14 Kelurahan Bojongsari, Daud Sulaiman mengatakan, terkait perjalanan nonmudik khusus di RW14 sejauh ini belum ada yang laporan masuk ataupun keluar. Karena dirinya menekan ke warga agar tidak bepergian selama cuti Hari Raya Idul Ftri.

“Kalaupun memang ada yang keluar dan masuk wilayah kami, kemarin sebelum Ramadan. Namun, sekarang mereka sudah kembali lagi dan alhamdulillah tidak ada kenaikan kasus,” tuturnya kepada Radar Depok.

Daud mengungkapkan, semoga warganya tidak ada yang bepergian dan tetap bertahan di rumah selama cuti lebaran. “Kami juga selalu mengintruksikan untuk tetap menjaga prokes di pelaksanaan tarawih ataupun nanti saat Idul Fitri,” pungkasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar