Beranda Metropolis Pengunjung Wisata di Kota Depok Dibatasi 20 Persen

Pengunjung Wisata di Kota Depok Dibatasi 20 Persen

0
Pengunjung Wisata di Kota Depok Dibatasi 20 Persen
BATASI PENGUNJUNG: Masyarakat Depok saat menaiki perahu Naga yang berada di Situ Rawa Besar. Kota Depok tetap membuka tempat wisata, namun jumlah pengunjung dibatasi hingga 20 persen. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok memastikan belum ada rencana untuk menutup tempat wisata yang ada di Kota Depok, selama masa larangan mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 2021, pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Wijayanto mengatakan, menanggapi adanya recana penutupan tempat wisata di beberapa wilayah di Jawa Barat, Kota Depok tetap akan buka.

“Tempat wisata di Kota Depok sejauh ini belum ada rencana untuk tutup, tetap buka,” tutur Wijayanto kepada Radar Depok, Kamis (6/5).

Menurutnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil baru mengintruksikan penutupan tempat wisata bagi kabupaten atau kota yang berstatus zona merah penyebaran Covid-19nya. Saat ini, Kota Depok masih masuk kategori zona oranye atau wilayah dengan tingkat risiko penularan Covid-19 sedang.

“Kota Depok saat ini zona oranye, bukan zona merah. Kami tetap buka dengan pembatasan tentunya, dan juga dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, untuk pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Bahkan, aturan pembatasan operasional tempat wisata di Kota Depok telah tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Walikota Nomor 443/201.1-HUK/Satgas tentang Pengendalian Mobilitas Penduduk Selama Masa Sebelum Peniadaan Mudik, Pada Masa Peniadaan Mudik, dan Setelah Peniadaan Mudik Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam edaran tersebut, Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, kegiatan di tempat wisata dan wahan keluarga, dilaksanakan dengan prokes secara ketat. “Dengan jumlah pengunjung paling banyak 20 persen dari kapasitas,” tutur Idris.

Selain itu, prokes yang ketat juga harus diterapkan di pusat perbelanjaan dan bioskop. Pihak pengelola wajib membatasi jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas normal.

Kebijakan dalam surat edaran tersebut berlaku pada masa pengendalian sebelum peniadaan mudik (28 April sampai 5 Mei 2021), pada masa pengendalian mudik (6 sampai 17 Mei 2021), dan pada masa pengendalian sesudah peniadaan mudik (18-24 Mei 2021). (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR